SBY Idap Kanker Prostat, Kenali Gejala Penyakit Para Pria Ini

  • Bagikan
Susilo Bambang Yudhoyono menjalani pengobatan kanker prostat di Amerika. (Foto: Instagram SBYudhoyono)


Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjalani pengobatan kanker prostat di Amerika Serikat. Berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scann, kanker prostat yang diderita oleh SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal.

Tim dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan bagi ayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Kanker prostat adalah jenis kanker yang umum pada pria, tetapi sangat dapat diobat saat kanker ini diketahui pada kondisi awal. Kanker prostat seperti yang dialami SBY, adalah jenis kanker yang menyerang pria, bahkan jenis kanker ini sangat umum dialami pria di Amerika Serikat.

Penyakit kanker prostat dimulai di kelenjar prostat, yang berada di antara penis dan kandung kemih, dikutip dari Medical News Today.

Definisi Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan sebuah kanker yang berkembang di dalam kelenjar prostat. Umumnya ditandai dengan gangguan buang air kecil. Sebagian besar penderitanya berusia di atas 65 tahun. Kanker prostat tersebut bersifat agresif dan perkembangannya secara perlahan.

Organ prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih, kelenjar tersebut merupakan bagian dari sistem sistem reproduksi serta posisinya mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis, prostat berfungsi sebagai penghasil semen yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma ketika ejakulasi.

Sedangkan, menurut data WHO, kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling sering dialami oleh pria. Diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat. Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan kedua sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita pada pria.

Ilustrasi pada organ yang terkena kanker prostat. (Foto: Istimewa)

Jenis Kanker Prostat

Kanker prostat juga memiliki beberapa jenis, bergantung pada tipe sel tempat kanker tersebut berkembang, di antaranya:

1. Adenokarsinoma asinar

Merupakan sel kanker yang berkembang di sel-sel kelenjar yang melapisi organ prostat, dan termasuk jenis kanker yang paling sering ditemui.

2. Adenokarsinoma duktal

Kanker yang pertama kali muncul di sel-sel yang melapisi tabung atau saluran kelenjar prostat. Kanker jenis ini berkembang dan menyebar lebih cepat dibanding dengan adenokarsinoma asinar.

3. Sel kanker transisional (urotelial)

Sel kanker jenis ini berkembang di sel-sel yang terletak di lapisan saluran kencing atau uretra. Dan umumnya berawal di kandung kemih dan menyebar ke prostat. Namun, pada kasus yang jarang terjadinya, sel tersebut kemungkinan muncul pertama kali di kelenjar prostat dan menyebar ke saluran kandung kemih serta jaringan-jaringan di sekitarnya.

4. Sel kanker skuamosa

Jenis sel kanker ini muncul dan berkembang di sel-sel pipih yang menyelimuti prostat. Pertumbuhan dan penyebarannya cenderung lebih cepat dibanding sel-sel kanker jenis adenokarsinoma.

5. Sel kanker prostat kecil

Sel kanker jenis ini berkembang di sel-sel kecil prostat. Jenis ini termasuk dalam kanker neuroendokrin.

Gejala Kanker Prostat

Secara umum tanda dan gejala kanker prostat tidak akan muncul pada saat stadium awal, seringkali baru muncul apabila sel kanker sudah berkembang.

1. Lebih sering buang air kecil.

2. Terbangun di malam hari untuk kencing (nokturia).

3. Kesulitan untuk buang air kecil.

4. Buang air kecil terasa tidak tuntas, butuh waktu keluar lebih lama atau masih tersisa.

5. Urine bocor, biasanya terjadi setelah selesai kencing.

6. Darah atau sperma muncul di urine.

7. Masalah pada ereksi.

Penyebab Penyakit Prostat

Pada dasarnya, kanker prostat disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA di sel prostat yang normal. Sel yang normal seharusnya tumbuh dan membelah diri dalam jumlah yang wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan sel-sel baru. Namun, apabila mutasi DNA terjadi, sel-sel tersebut akan tetap hidup dan berkembang biak secara tidak terkendali.

Jika hal tersebut dibiarkan, maka sel abnormal akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor. Beberapa sel tersebut juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, atau yang disebut dengan metastasis.

Mutasi DNA bisa saja terjadi dengan cara diturunkan dari anggota keluarga (inherited), kondisi tersebut pernah ditemukan pada sekitar 5-10 persen kasus kanker prostat. Namun, sebagian besar penderita kanker kemungkinan baru mengembangkan sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan kondisi bawaan lahir. Kondisi ini disebut juga sebagai acquired gene mutations.

Meski demikian, penyebab terjadinya mutasi DNA yang menimbulkan kanker prostat tersebut tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat pada pria.

Faktor Risiko pada Kanker Prostat

1. Usia

Semakin bertambah usia, risiko terjadinya kanker prostat pun semakin meningkat. Biasanya seseorang yang lebih berisiko mengalami kanker prostat ketika memasuki usia 50 tahun. Dilansir dari American Cancer Society, enam dari sepuluh kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun. Namun, pada kasus yang jarang, penyakit ini juga bisa terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun.

2. Riwayat keluarga

Faktor risiko yang mungkin bisa menjadi penyebab kanker prostat lainnya, yaitu riwayat keluarga. Seseorang berisiko hingga dua kali lipat terkena kanker prostat bila memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan riwayat penyakit tersebut. Bahkan, risikonya jauh lebih tinggi bila saudara laki-lakinya yang terkena kanker prostat pada usia muda.

3. Kegemukan atau obesitas

Kegemukan atau obesitas disebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat stadium lanjut. Bahkan, kanker prostat cenderung lebih mematikan pada pria yang kegemukan. Hubungan antara obesitas dengan risiko kanker prostat ini diyakini terkait dengan ukuran lingkar pinggang, pinggul, dan perut pada orang yang kegemukan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, pria yang kelebihan berat badan mendapat risiko tambahan sebesar 8 persen terkena kanker prostat, sedangkan pria yang obesitas meningkatkan risiko terkena kanker prostat hingga 20 persen. Bahkan, obesitas yang parah bisa meningkatkan risiko hingga 34 persen.

4. Tinggi badan

Sebuah penelitian yang dipublikasi oleh BMC Medicine pada 2017 menunjukkan fakta bahwa pria bertubuh tinggi lebih berisiko mengalami kanker prostat agresif. Meskipun tinggi badan bukanlah penyebab kanker, para ahli melihat bahwa pria bertubuh jangkung biasanya memiliki lebih banyak sel serta volume prostat yang lebih besar.

5. Konsumsi makanan tertentu

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa pria yang mengonsumsi banyak kalsium, baik dari asupan makanan maupun suplemen, lebih berisiko terkena kanker prostat agresif. Seseorang pun bisa berisiko terkena kanker prostat agresif bila kurang mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran.

Selain kalsium dan kurang serat, makanan dengan tinggi lemak hewani juga disebut bisa meningkatkan risiko kanker prostat, terutama bila dikonsumsi berlebihan. Makanan tersebut termasuk daging merah (sapi, domba, dan babi) serta produk susu berlemak tinggi (mentega, susu dengan kadar lemak tinggi, keju, dan krim).

6. Kebiasaan merokok

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa merokok dapat menjadi faktor penyebab kanker prostat agresif. Bahkan, merokok pun meningkatkan sedikit risiko kematian akibat kanker prostat. Meski demikian, temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan guna membuktikannya.

7. Kurang gerak

Pria yang jarang berolahraga dan kurang aktif bergerak terkait dengan obesitas. Oleh karena itu, pria yang kurang gerak bisa berisiko terkena kanker prostat. Sebaliknya, pria yang rajin berolahraga memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dan bertahan hidup dari penyakit ini.

8. Peradangan di kelenjar prostat

Peradangan di kelenjar prostat atau prostatitis disebut terkait dengan peningkatan risiko kanker prostat, karena peradangan sering terlihat pada sampel jaringan prostat yang juga mengandung kanker. Meski demikian, hubungan antara prostatitis dan kanker prostat belum dibuktikan lewat penelitian.

9. Penyakit seks menular

Penyakit seks menular, seperti gonore dan klamidia, disebut dapat menjadi penyebab kanker prostat, karena kedua penyakit dapat menyebabkan peradangan pada prostat. Namun, sejauh ini para peneliti belum menyepakati hal tersebut dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

10. Gangguan tidur

Pria yang cukup tidur dalam semalem cenderung memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah. Sebab, pria dengan waktu tidur yang cukup dan tanpa gangguan memiliki kadar hormon melatonin yang lebih tinggi, yang dianggap dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

11. Penyakit tertentu

Selain itu, seseorang yang berisiko terkena kanker usus, dan penyakit Crohn juga disebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Penelitian dari Northwestern Medicine di Illinois menemukan fakta bahwa, penderita penyakit Crohn memiliki kadar PSA (prostate-specific antigent) yang lebih tinggi. Adapun kadar PSA yang tinggi bisa menjadi salah satu faktor penyebab kanker prostat.

Cara Mencegah Kanker Prostat

Perubahan gaya hidup sehat bisa membantu untuk mengurangi risiko kanker prostat.

1. Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.

2. Rutin melakukan olahraga.

3. Mempertahankan berat badan ideal.

4. Tidak merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.

5. Mengelola stres dengan baik.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *