Sehari 40 Titik Banjir di Surabaya, Ini Evaluasinya

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi saat ditemui di Kantor Pemkot Surabaya, Sabtu 8 Januari 2021. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Surabaya kembali dilanda banjir yang cukup luas untuk kedua kalinya hanya dalam waktu sepekan, pada tanggal 30 Desember 2021 dan 7 Januari 2021. Penyebabnya, hujan deras yang melanda dalam beberapa jam saja.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan seluruh jajarannya pun turun langsung melakukan pengecekan. Tercatat ada 40 titik banjir yang terjadi di Surabaya kemarin sore.

Paling parah dan sangat jarang terjadi adalah banjir yang terjadi di jalan besar seperti di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kertajaya, Jalan Dharmawangsa, dan Jalan Panglima Sudirman.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, berdasar hasil evaluasi, ada beberapa hal yang menjadi penyebab banjir. Pertama, faktor kurangnya kapasitas pompa air.

“Contoh Dharmawangsa kemarin itu yang di Kalidami ada pompa, tapi kita mengandalkan gravitasi. Kalau gravitasi berarti miring dan turunnya banter, tapi karena landai, sehingga perlu pompa. Di sebelahnya Kalidami gak ada pompa, sehingga kemarin saya panggil PMK untuk menyedot, lalu kita pasang pompa,” kata Eri Cahyadi saat ditemui di Kantor Pemkot Surabaya, Sabtu, 8 Januari 2021.

Kemudian, masalah lainnya adalah pemanfaatan brandgang yang tidak maksimal. Hal itu menyebabkan banjir terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Basuki Rahmat sampai ke Gedung Negara Grahadi.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengatakan, brandgang yang berada di kawasan Jalan Panglima Sudirman itu sejak lama sudah dikerjasamakan dengan salah satu perusahaan di tempat tersebut. Hanya saja brandgang yang ada tertutup.

“Ketika diganti ternyata dikasih pintu air dan ada screen lagi, sehingga tertutup. Air yang harusnya lari ke brandgang malah lari ke Grahadi, akhirnya banjir. Nanti kita akan memaksimalkan brandgang yang ada seperti semula,” jelasnya.

Selain itu, dari beberapa laporan yang diterima dari warga menyebut terjadinya endapan cukup tinggi di gorong-gorong di bawah pedestrian jalan. Sehingga, satu-satunya cara adalah mengeruk endapan tersebut.

Untuk itu, alumnus ITS Surabaya itu menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena masih terjadi banjir di Surabaya. Namun ia berjanji di tahun 2022 ini permasalahan banjir bisa diselesaikan.

“Saya atas nama pribadi Walikota Surabaya, mohon maaf betul kepada warga yang masih kebanjiran. Saya akan perbaiki dan insyaallah di tahun 2022 dengan anggaran yang sudah direncanakan bisa berjalan. Saya baru action, karena anggaran 2022 baru. Seperti kemarin, kita pasang pompa di Kalidami,” pungkasnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *