Sejak Subuh Gunung Merapi Sudah Enam Kali Luncurkan Awan Panas

  • Bagikan
Sejak Kamis subuh Gunung Merapi sudah enam kali luncurkan awan panas guguran. Foto di atas adalah awan panas yang keluar Kamis pagi. (Foto:Antara)


Sejak Kamis subuh hingga siang hari ini, Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah enam kali mengeluarkan awan  panas yang meluncur hingga 2.000 meter ke arah barat daya. Saat ini Gunung Merapi berstatus level III atau siaga. Hari ini, pertama kali awan panas meluncur pukul 04.50.

Awan panas guguran kedua terpantau pukul 08.05 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya, amplitudo maksimum 30 meter, serta durasi 188 detik.

Pukul 08.27 WIB, awan panas guguran ketiga meluncur dengan jarak kurang lebih 2.000 meter ke arah barat daya memiliki amplitudo 18 mm dan durasi 184 detik.

Selanjutnya terjadi pada pukul 08.45 WIB dengan jarak luncur 1.800 meter. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 19 mm dan durasi 140 detik.

Berikutnya, awan panas guguran kelima meluncur pada pukul 09.14 WIB yang tercatat dengan amplitudo 13 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur teramati sejauh 1.200 meter ke arah barat daya.

Kemudian keenam pada pukul 09.22 WIB yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 102 detik, dan jarak luncur 1.200 meter.

Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan, pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, guguran lava pijar juga teramati lima kali meluncur dari Gunung Merapi dengan jarak maksimum 1.000-2.000 meter ke arah barat daya.

“Gunung api aktif itu juga tercatat mengalami satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 20 mm selama 99 detik, 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-17 mm selama 10-134 detik, 134 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-24 mm selama 3-7 detik,” kata Hanik Humaida..

Berikutnya, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm selama 15 detik, serta 37 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 16-75 mm selama 5-22 detik.

BPPTKG, kata Hanik Humaida, masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.(asm)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *