Sektor Perumahan Menjadi Salah Satu Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • Bagikan




SuaraKupang.com – Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai sektor, Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2021 mencapai 3,31% dibandingkan dengan triwulan pertama 2021 atau secara quarter to quarter (qtq). Untuk year on year (yoy) pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 mencapai 7,07%. Capaian itu mengalami perbaikan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 yang terkontraksi sebesar 0,71% (yoy).

Sektor perumahan menjadi salah satu lokomotif dalam pemulihkan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19, ungkap  Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara/BTN (Persero) Tbk., Haru Koesmahargyo.

“Karena sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sub-sektor lainnya dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain seperti Jasa Real Estate, Perdagangan, Jasa Keuangan dan Perbankan, serta sektor lainnya,” ungkapnya dalam pertemuan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara), Kamis (5/7). 

Menurutnya, momentum pertumbuhan ekonomi yang sangat baik ini perlu dikawal oleh perbankan agar bisa memenuhi target pemerintah hingga akhir tahun ini.

Haru juga mengungkapkan, pertumbuhan sektor perumahan mempunyai peluang yang sangat besar untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang terganggu pandemi Covid-19. “Karena itu Bank BTN konsisten untuk tetap fokus pada pembiayaan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Haru.

Lanjutnya sektor real estate atau perumahan mampu tumbuh sebesar 2,82% secara tahunan di kuartal-II tahun ini. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu dan kuartal-IV 2020 yang masing-masing sebesar 2,31% dan 1,25%. Terlihat harga rumah secara nasional menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil yaitu pada tingkat 5,02% secara (yoy). Pertumbuhan ini didorong signifikan dari perumahan tipe 70 sebesar 6,08%.

“Mulai dari OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, yang memberikan stimulus berupa pelonggaran dari segmen first home buyer berupa penurunan risiko ATMR, pelonggaran LTV, subsidi bunga, dan lain-lain,” tuturnya.


Photo Credit : Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara/BTN (Persero) Tbk., Haru Koesmahargyo/Doc/Ist


 

Atti K.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *