Semarak HPN PWI Tuban, Ratusan Warga Ikuti Pengobatan Gratis

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mensosialisasikan serta memaparkan terkait stunting kepada masyarakat (Foto: Khoirul Huda/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Sedikitnya ada 100 warga di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban mengikuti kegiatan penyuluhan stunting dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban di balai desa setempat, Rabu 16 Maret 2022.

Kegiatan penyuluhan stunting dan pengobatan gratis itu diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) PWI Kabupaten Tuban tahun 2022.

Dalam kegiatan itu, PWI Tuban menggandeng PT. Semen Indonesia (Persero) TBK (SIG), RSUD dr. Koesma serta Pemerintah Desa (Pemdes) Sumurgung.

Dalam sambutanya, Ketua PWI Tuban Suwandi menjelaskan, kegiatan penyuluhan stunting dan pengobatan gratis ini merupakan rangkaian HPN 2022.

Selain itu, juga sebagai wujud kepedulian wartawan untuk berperan dalam menekan angka stunting serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk sinergitas kami dalam mendukung program pemerintah sebagai upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tuban,” terang Suwandi.

Lebih lanjut, dia juga memberikan apresiasi kepada Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SIG Pabrik Tuban, RSUD Tuban, Forkopimka Tuban, serta Kepala Desa Sumurgung atas support dan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap agar dukungan dan silaturahmi ini dapat terus terjalin dan lebih baik lagi,” imbuh Suwandi.

Secara simbolis Bupati Tuban menyerahkan bantuan berupa paket makanan bergizi bagi para peserta (Khoirul Huda/Ngopibareng.id)
Secara simbolis Bupati Tuban menyerahkan bantuan berupa paket makanan bergizi bagi para peserta (Khoirul Huda/Ngopibareng.id)

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyambut baik kegiatan pengobatan dan penyuluhan stunting gratis yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Tuban, dalam rangka memperingati HPN 2022.

“Kami menyambut positif kegiatan penyuluhan stunting dan pengobatan gratis yang dilakukan oleh teman-teman PWI Tuban. Saya berharap kegiatan ini terus dikembangkan,” kata Bupati Tuban.

Bupati Lindra menyebutkan, angka stunting di Kabupaten Tuban sendiri saat ini masih tergolong tinggi yakni mencapai angka sekitar 25 persen. Kendati begitu, tingkat stunting ini masih tergolong berada di urutan tengah-tengah dari Kabupaten/Kota se-Jatim.

Bupati memaparkan, berdasarkan data yang dia terima, kasus stunting yang berada di Desa Sumurgung pada Bulan Agustus 2021 lalu berada di kisaran 533 anak. Untuk itu, kedepannya, Pemkab Tuban melalui instansi terkait akan terus berupaya menurunkan angka stunting tersebut.

“Kalau tadi Pak Kades Prayitno mengatakan bahwa angka stunting hanya sekitar 10 anak saja. Tapi data yang kami dapatkan kalau di desa ini ada 533. Kedepannya pak kades bisa di singkronkan sehingga mempermudah kami dalam menangani stunting ini,” ungkap Lindra.

Kasus stunting yang terjadi di beberapa daerah juga disebabkan oleh kumuhnya permukiman warga. Seperti tidak adanya jamban keluarga dan juga kurangnya gizi bagi sang bayi. 

“Kamk juga berharap kepada teman-teman PWI Tuban, jika menemukan adanya lokasi permukiman warga yang kumuh dan tidak ada jambannya mohon kiranya itu bisa disampaikan ke kami karena salah satu faktor stunting ini adalah wilayah yang kumuh,” pungkasnya.

Sebatas diketahui, selain kegiatan penyuluhan stunting dan pengobatan gratis, PWI Tuban juga memberikan bantuan berupa paket makanan bergizi bagi para peserta yang hadir dalam acara tersebut.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *