Semester I/2021, Laba Bersih SMF Naik 27,5 Persen ke Rp310 Miliar

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Hingga semester I/2021, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan laba bersih Rp310 miliar (unaudited) naik 27,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp243 miliar. Penyaluran pinjaman turun menjadi Rp3,6 triliun dari Rp4,2 triliun di tahun 2020. Pendanaan juga mengalami penurunan menjadi Rp3,3 triliun dari Rp5,1 triliun. Meskipun terdampak pandemi Covid-19, SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) juga turut mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sektor Perumahan.

“Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sejak tahun lalu tidak mengurangi semangat untuk terus fokus membiayai perumahan, khususnya pembiayaan sekunder. Pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan berdampak pada penyaluran pinjaman. Namun total aset, liabilitas, ekuitas dan laba bersih mengalami pertumbuhan,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo di Jakarta, Kamis (5/8).

Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 Juni 2021, mencapai sebesar Rp72,80 triliun yang terdiri dari pembiayaan sebesar Rp59,86 triliun, sekuritisasi KPR sebesar Rp12,78 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp156 miliar. Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 1,13 juta debitur KPR yang terdiri dari 62,12% pembiayaan, 16,45% KPR FLPP, 21,3% sekuritisasi dan 0,13% pembelian KPR.

Kinerja Perseroan tetap tumbuh dengan baik di tengah pandemi baik melalui penyaluran pinjaman (pembiayaan) kepada Lembaga Penyalur KPR, serta pendapatan usahanya. Saat ini Perseroan tengah bergiat dala mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai fiscal tools Pemerintah dalam mendorong bangkitnya industi perumahan baik dari sisi supply maupun demand sesuai perluasan mandate yang telah diberikan oleh Pemerintah.

“Sampai denagn Semester I tahun 2021 total aset Perseroan tercatat sebesar Rp31,95 triliun, naik 8,97 persen dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp29,32 triliun. Adapun laba bersih di Semester I tahun 2021, mencapai Rp 310 miliar naik 27,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 243 miliar,” tambahnya.

Pada Semester I, Perseroan telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2021 dengan tingkat bunga tetap, sebesar Rp 1,9 triliun. Obligasi ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan V SMF dengan nilai total penerbitan mencapai Rp12,2triliun. Selain itu Perseroan juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2021 sebesar Rp 100miliar.

Sepanjang semester I tahun 2021 total obligasi yang diterbitkan yakni sebesar Rp2 triliun. Adapun Perseroan telah aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009 dan hingga akhir Semester I Tahun 2021, Perseroan sudah menerbitkan 47 kali penerbitan dengan jumlah Rp43.322 miliar, terdiri dari 34 kali penerbitan obligasi/sukuk (penawaran umum) sebesar Rp38.559 miliar, 12 kali Medium Term Notes (Penawaran terbatas) sebesar Rp4.643 miliar (termasuk didalamnya penerbitan Sukuk Mudharabah SMF I melalui penawaran terbatas), dan satu kali penerbitan Surat Berharga komersial sebesar Rp120 miliar.

Ananta Wiyogo mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR. Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk mendukung ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Terkait sekuritisasi, sejak tahun 2009, sampai dengan saat ini Perseroan telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp12,78 triliun. Pada tahun ini Perseroan berencana untuk menerbitkan kembali Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) s.d Rp1 triliun dengan target rating AAA. EBA-SP tersebut memiliki underlying kumpulan tagihan KPR yang memenuhi 32 kriteria seleksi sehingga aman bagi investor. Diharapkan sekuritisasi aset tersebut dapat mendukung penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan untuk mendorong bangkitnya industri perumahan nasional.

Selain EBA – SP yang merupakan instrumen untuk investor korporasi, perseroan juga memiliki produk investasi fixed income yang diperuntukan kepada investor retail yaitu EBA Ritel. dengan kupon menarik dan memiliki rating idAAA. Produk ini diharapkan dapat menambah pilihan instrumen investasi bagi investor pasar modal di Indonesia. Perseroan secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi EBA-SP dan EBA Ritel kepada para pemangku kepentingan, baik di lintas lembaga maupun masyarakat umum secara daring. Hal ini dilakukan guna memupuk kesadaran berinvestasi pasar modal baik untuk pangsa pasar korporasi maupun ritel yang menyasar generasi millennial. Selain kegiatan sosialisasi, perseroan juga kerap memberikan promo menarik disetiap bulan yang diperuntukkan bagi investor baru maupun investor existing yang berinvestasi di EBA Ritel.

“Dari seluruh dana yang telah dialirkan sepanjang Semester I Tahun 2021, telah membiayai kurang lebih 1,13 juta debitur KPR yang terbagi atas 84,30 persen wilayah barat, 15,03 persen wilayah tengah dan sisanya sebesar 0,67 persen wilayah timur,” terangnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *