Semester I/2021, Laba Pegadaian Turun 15 Persen ke Rp1,3 Triliun

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Berdasarkan laporan keuangan Semester 1/2021 PT Pegadaian (Persero) dan Entitas Anak yang dipublikasikan Selasa (10/08/2021) mencatat kenaikan nasabah sebesar 21,4 persen dari 15 juta orang menjadi 18 juta orang. Penambahan nasabah ini berdampak pada peningkatan omset bisnis gadai tumbuh 6,1 persen dari Rp75,57 triliun menjadi Rp80,18 triliun. Kenaikan omset tersebut terdiri dari gadai konvensional naik 5,9 persen dari Rp64,21 triliun menjadi Rp67,98 triliun dan gadai syariah naik 7,4 persen dari Rp11,36 triliun menjadi Rp12,2 triliun.

“Namun demikian kinerja bisnis yang tumbuh positif tersebut tidak serta merta berdampak positif pula pada kinerja keuangan. Perseroan melaporkan bahwa jumlah Aset per 30 Juni 2021 turun 0,9 persen dari Rp.68,44 triliun per 30 Juni 2020 menjadi Rp.67,8 triliun per 30 Juni 2021. Sementara Pendapatan naik tipis 2,9 persen dari 10,13 triliun menjadi 10,43 triliun. Sedangkan laba bersih turun 15 persen dari Rp1,53 triliun menjadi Rp.1,3 triliun di semester I tahun ini,” kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, Selasa (10/8).

Pandemi Covid-19 ini cukup memberikan tantangan bagi kinerja bisnis Pegadaian hingga berdampak pada perlambatan kinerja keuangan. Namun demikian pihaknya bersyukur di tengah kesulitan ekonomi saat ini, Pegadaian terus memberikan solusi keuangan terbaik bagi banyak orang.

“Pertumbuhan nasabah yang mencapai 21,4 persen pada semester I/2021 tahun ini membuktikan bahwa Pegadaian tetap hadir sebagai sahabat masyarakat di tengah kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kami tetap konsisten membantu masyarakat dengan produk dan layanan maupun program CSR yang bersentuhan langsung bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kuswiyoto menyatakan bahwa selama pandemi tidak hanya Pegadaian yang juga mengalami perlambatan kinerja. Kondisi tersebut juga dialami oleh sebagian besar sektor bisnis baik usaha besar, UMKM, usaha Ultra Mikro maupun masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu sejak awal pandemi, Pegadaian terus membantu memberikan kemudahan pada masyarakat baik dengan produk Gadai Peduli yang tidak memungut bunga (bunga 0%), program restrukturisasi dan relaksasi, maupun penyaluran program subsidi bunga yang diluncurkan oleh pemerintah.

“Sebagai upaya mempermudah masyarakat mengakses produk dan layanan, Pegadaian mendukung program pembangunan ekosistem ultra mikro bersama BRI dan PNM. Selain itu, kami juga terus mengembangan kolaborasi dengan pihak swasta, koperasi, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra lainnya. Tercatat, hingga saat ini sudah lebih dari 1000 mitra yang menjalin kerjasama dengan Pegadaian. Kami juga terus memperkuat aplikasi Pegadaian Digital sebagai sarana informasi yang aman, cepat dan akurat,” pungkas Kuswiyoto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *