Siksa Muhammad Kece, Napoleon Bonaparte Diduga Ancam Bunuh Tommy

  • Bagikan
Irjen Napoleon Bonaparte diduga melakukan ancaman terhadap sesama terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi di dalam Rutan Bareskrim. (Foto: Istimewa)


Terdakwa kasus penerimaan suap pengurusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte tak hanya melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece. Selain menghajar dan melumuri kotoran kepada tersangka kasus penistaan agama, Irjen Napoleon Bonaparte diduga melakukan intimidasi terhadap terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Tommy Sumardi di dalam Rutan Bareskrim.

Pengakuan Tommy Sumardi itu disampaikan oleh kuasa hukumnya, Dion Pongkor. “Diancam lewat orang, diancam dibunuh, lewat pengakuan pak Tommy ya, (dikabarkan) lewat tahanan yang lain, pas masuk (rutan) diancam dibunuh,” ujar Dion Pongkor kepada wartawan.

Ancaman itu datang, kata Dion, karena Tommy Sumardi dianggap sebagai biang keladi tertangkapnya Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus Djoko Tjandra. “Ya kan dianggap dia (Irjen Napoleon) masuk (rutan) karena pengakuan Pak Tommy kan,” jelasnya.

Dion mengatakan Tommy Sumardi disuruh memberikan keterangan sesuai arahan Irjen Napoleon Bonaparte untuk direkam. Karena takut dibunuh, Tommy Sumardi melakukan perintah Irjen Napoleon Bonaparte.

Namun, belum jelas apa yang dikatakan oleh Tommy Sumardi saat itu. Dion sampai saat ini juga belum mendengar secara utuh rekaman tersebut.

“Ngomong sesuai di rekaman itu, dia diancam, di bawah tekanan, jadi dia ikutin aja maunya Pak Napo (Napoleon), tapi kan fakta persidangan nggak berubah, makanya tetap dihukum,” jelas Dion.

Kini, Tommy Sumardi berada di Lapas Sukamiskin. Sejauh ini Mabes Polri belum menerima adanya aduan daripada dugaan imtimidasi tersebut.

Sementara itu, Irjen Napoleon Bonaparte sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporkan Muhammad Kace. Selain dihajar di dalam Rutan Bareskrim, Irjen Napoleon Bonaparte juga melumuri wajah dan tubuh Muhammad Kece dengan tinja atau kotoran manusia, pada Kamis dini hari, 26 Agustus 2021.

Atas kejadian tersebut, korban kemudian membuat laporan ke polisi dengan nomor LP 0510/VIII/2021/Bareskrim.Polri.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *