Sudah Level 1 Surabaya Masih Terapkan PPKM Level 3, Ini Sebabnya

  • Bagikan
Pakar Epidemiologi Unair, Dr Windhu Purnomo saat memaparkan terkait hasil asesmen Kemenkes RI. (Foto: Tangkapan Layar)


Wilayah aglomerasi Surabaya Raya, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto, masih harus melakukan PPKM Level 3. Hasil ini ditetapkan melalui Instruksi Mendagri Nomor 42 Tahun 2021. Meski Surabaya sendiri sudah berstatus Level 1. Pakar Epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Dr Windhu Purnomo, menjelaskan dampaknya pada Surabaya.

Menurutnya, jika dihitung per daerah, didapati kondisi berbeda. Contohnya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan saat ini masuk level 1, kemudian Kabupaten Mojokerto dan Bangkalan level 2, dan Kota Mojokerto level 3. Hitungan tersebut sesuai enam indikator yang dihitung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Surabaya Raya Berdampak

“Kenapa Surabaya masih harus menerapkan level 3, karena ada satu daerah yang masuk aglomerasi masih level 3. Surabaya adalah bagian dari wilayah aglomerasi,” katanya. Sehingga, meski risiko penularan di Surabaya rendah, risiko untuk meningkat tinggi sebab daerah sekitarnya belum aman.

Karena itu, sekalipun beberapa daerah sudah level 1 disarankan untuk tetap waspada dengan mengikuti ketentuan sesuai level 3. Windhu mengaku baru yakin suatu daerah betul-betul aman ketika capaian yang sudah baik bertahan lebih dari 28 hari.

Capaian Vaksin

Selain itu, capaian vaksinasi juga menjadi salah satu indikator sebuah wilayah untuk lebih melonggarkan aktivitas. Meski Surabaya masuk kategori Level 1, capaian vaksinasinya masih rendah. Sehingga belum bisa membuka akses ekonomi.

“Kalau kebijakan turun sekarang cukup berisiko. Apalagi sekarang pemerintah pusat mengatakan bahwa tidak hanya level menentukan, tapi juga cakupan vaksinasinya. Kita bisa turun ke level 1 minimal mencakup 70 persen dosis 1, lalu lansia 60 persen,” ujarnya.

Surabaya, kata Windhu, capaian vaksinasi nya sudah luar biasa. Dosis 1 sudah mencapai 101,54 persen, sedangkan vaksin lansia mencapai 89,82 persen. Namun kondisi serupa tidak muncul di wilaha aglomerasi Surabaya Raya. Menurutnya, selain Surabaya, baru Kota Mojokerto yang relatif bagus.

“Bangkalan malah masih sangat sedikit 17,3 persen dosis 1. Artinya, Surabaya belum aman. Kita sudah berhasil tapi jangan loss dol dulu, kalau cakupan vaksinasi masih begini ya bahaya,” imbuhnya.

Karena itu, ia mengimbau, pemerintah agar melakukan percepatan vaksinasi di daerah sehingga dapat menekan risiko penyebaran Covid-19.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *