Tari Kecak, Merajut Asa Menuai Mimpi Pulihkan Wisata di Bali

  • Bagikan
Pementasan Tari Kecak hidupkan wisata di Bali. (Foto: Dok KBRI Tokyo)


Jelang matahari terbenam, lebih kurang 500 orang memadati arena pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu Bali. Suara puluhan penari Kecak memecahkan suasana hening dan magis di sekitar arena pertunjukan.

Antusiasme penonton saat menyaksikan pertunjukan ini seiring dengan semangat puluhan penari Kecak yang duduk melingkar dalam menampilkan epos kisah Ramayana yang merupakan tradisi kesenian turun temurun di Bali sejak tahun 1930-an.

Ada yang lain dalam pertunjukan kali ini. Semua pemain dan penonton tertib bermasker. Ini adalah penampilan perdana Kecak setelah hamper 2 tahun vakum akibat pandemi.

Pulau Dewata atau Pulau Bali adalah salah satu tempat petualangan wisata di Indonesia yang sudah tidak asing lagi di kalangan wisatawan mancanegara. Bali sarat dengan kekayaan budaya yang mendunia dan menjadi tujuan wisata utama turis asing.

Pementasan seni tari Kecak ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya membangkitkan kembali sektor Pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Selama dua tahun pandemi Covid-19 yang melanda dunia berimbas secara merata. Sektor pariwisata di berbagai negara termasuk Indonesia mengalami penurunan kunjungan wisatawan asing.

Pandemi Covid-19 berimbas signifikan bagi perekonomian masyarakat Bali. Pada triwulan kedua 2020 pertumbuhan perekonomian Bali mengalami kontraksi yang cukup dalam hingga -10,98%.

Berbagai upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan diantaranya paket stimulus bagi UMKM dan sektor informal se-Bali dan penyediaan Gedung Art Center untuk pameran produk UMKM Bali secara gratis.

Suasana Bali jauh lebih sepi dari biasanya. Tempat-tempat wisata meskipun dikunjungi oleh wisatawan domestik, namun tidak seramai biasanya.

Toko-toko di sepanjang Kuta dan Legian banyak yang tutup, padahal sebelum pandemi tempat-tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Suasana sepi di hotel yang biasanya penuh dan ramai oleh aktivitas wisatawan menginap sangat terasa.

Adi Pradnyana yang biasa disapa Leong, warga Bali mengeluhkan sepinya tamu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Leong yang berprofesi sebagai supir mobil sewaan menuturkan adanya penurunan yang cukup signifikan turis mancanegara yang menyewa mobilnya sejak pandemi Covid-19.

“Bali sejak pandemi jadi sepi. Aktivitas wisatawan dan kunjungan kegiatan konferensi Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) berkurang drastis sejak awal pandemi Covid-19. Dulu dari kantor saya setiap hari belasan mobil yang disewa oleh wisatawan asing atau untuk MICE. Sekarang ini, belum tentu setiap hari ada sewa,” keluh Leong yang berharap pandemi ini segera berakhir agar perekonomian keluarganya bisa kembali pulih.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo di penghujung tahun 2021 lalu menggelar Familiarization Trip ke Bali dengan mengikutsertakan 3 jurnalis yang merupakan perwakilan dari media terkemuka Jepang, NHK dan Kyodo News untuk melihat dari dekat upaya pemulihan pariwisata Bali dalam memasuki tahun 2022.

Kunjungan ini juga sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat jalinan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan pemangku kepentingan terkait sektor pariwisata dalam upaya KBRI Tokyo mempromosikan Bali kepada masyarakat Jepang.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi menjelaskan berbagai upaya terus dilakukan KBRI Tokyo antara lain di sektor pariwisata untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kegiatan Familiarization Trip ini penting untuk menunjukkan ke publik Jepang bahwa Bali sudah siap untuk menerima turis mancanegara. KBRI Tokyo dan pemerintah provinsi Bali terus berkomunikasi erat untuk untuk mendorong kesiapan pariwisata Bali dalam menerima turis dari Jepang,” kata Dubes Heri.

Dari kunjungan itu terlihat kesiapan Bali untuk kembali bangkit pasca pandemi. Tempat-tempat wisata di Bali serius mengupayakan penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Pelaku wisata di Bali juga menyatakan sudah siap untuk kembali menerima wisatawan asing. Mereka rindu melihat Bali kembali semarak dengan berbagai aktivitas wisata, seni dan budaya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *