Temukan 5 Klaster Baru, Kini Terdapat 6 Klaster Aktif Banyuwangi

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono (foto:Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Klaster hajatan di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi masih belum usai. Kini, Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi menemukan lima klaster lagi. Sehingga saat ini di Banyuwangi terdapat 6 klaster yang masih aktif.

Lima klaster yang baru ditemukan tersebut adalah Klaster Hajatan Desa Sumbserasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi; Klaster Masjid di Desa/Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi; Klaster Pesantren di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi; Klaster Ziarah Wali Songo, di wilayah Kecamatan Blimbisngsari, dan Klaster Keluarga di Wilayah Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr. Widji Lestariono, menyatakan, Klaster Hajatan di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo hingga saat ini masih terus bertambah. Saat ini jumlah kasus positif pada klaster hajatan Desa Wringinpitu berjumlah 46 orang.

“Tapi karena sudah agak lama sudah banyak yang sembuh. Sehingga kasus aktif tinggal 26 orang,” jelasnya.

Rinciannya, 19 orang sembuh, meninggal dunia satu orang, dirawat di rumah sakit tujuh orang dan melakukan isolasi mandiri sebanyak 19 orang.

Kemudian masih di wilayah Kecamatan Tegaldlimo tepatnya di wilayah Desa Tegaldlimo ditemukan Klaster Masjid. Pada Klaster Masjid ini ditemukan 17 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Seluruhnya melakukan isolasi mandiri karena masuk kategori tanpa gejala.

Berikutnya ada klaster hajatan di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Tracing yang dilakukan Satgas Covid-19 saat ini sudah terdapat 30 orang yang positif Covid-19. Perkembangan temuan pada klaster hajatan di Desa Sumberasri ini cukup cepat.

“Senin pagi kami masih 14 orang, siang ini sudah ketemu 14 orang,” jelasnya.

Dua klaster lain ditemukan di wilayah Kecamatan Blimbingsari. Masing-masing klaster ziarah Wali Songo dan Klaster Pondok Pesantren. Ada 11 orang dinyatakan positif Covid-19 dalam klaster ziarah Wali Songo. Dari jumlah itu satu di antaranya dirawat di rumah sakit sementara yang lainnya menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan pada klaster Pondok Pesantren ditemukan 28 orang positif covid-19. Rio menyatakan, untuk klaster pondok pesantren ini penanganannya relatif lebih mudah. Mereka yang dinyatakan positif langsung dilakukan isolasi.

“Akses keluar masuk kita tutup dan kita batasi. Sehingga mereka isolasi selama 10 hari relatif lebih baik,” jelasnya.

Yang terakhir adalah klaster keluarga di wilayah Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Rio mengaku baru saja mendapatkan laporan terkait munculnya klaster keluarga di wilayah Banyuwangi kota ini.

“Klaster keluarga di Pakis Jalio ini ada tujuh orang positif,” bebernya.

Munculnya 6 klaster ini, menurut pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini, yang penting semakin meyakinkan dan menguatkan bahwa penularan dan penyebaran Covid-19 itu terjadi di kerumunan.

“Ketika orang datang ke hajatan, orang pasti buka masker saat makan saat minum,” jelasnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.