Terbakar Cemburu, Pria Ini Bacoki Istri Siri-nya dengan Parang

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin menunjukkan parang yang digunakan pelaku. Di belakang tampak pelaku penganiayaan (foto:Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Terbakar api cemburu, M, 38 tahun, warga Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan membacok istri sirinya, ISH, 36 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Gumurih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Akibatnya korban harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 25 Mei 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. Mulanya, saat pelaku hendak mandi di sungai, dia melihat istri sirinya dipijat oleh seorang laki-laki. Selama dalam perjalanan dia terus teringat istrinya yang dipijit laki-laki lain.

“Sepulang dari sungai tersangka mengambil sebilah parang dan menganiaya istrinya dengan parang tersebut,” jelas Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa, 25 Mei 2021.

Tebasan parang M pun mengenai beberapa bagian tubuh korban. Mulai kepala hingga bagian tubuh lainnya. Akibatnya korban mengalami luka robek kategori berat pada bagian tengkuk, bahu kanan, bahu kiri, pergelangan tangan kiri dan pinggul atas sebelah kanan.

“Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan perawatan,” jelasnya.

Pada saat sama, tim Opsnal Polsek Singojuruh dan Resmob Polresta Banyuwangi segara menuju ke lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku. Saat itu juga pelaku diamankan ke Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban, baju motif bunga yang berlumuran darah, bebrapa helai rambut korban dan celana pendek warna biru.

“Pasal yang disangkakan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun Jo pasal 2 undang-undang darurat nomor 12  tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, pelaku mengaku sangat emosi karena melihat istrinya dipijit laki-laki. Tersangka mengaku langsung mencari parang saat pulang dari sungai namun tidak mendapatkannya. Karena tak menemukan parang diapun memilih makan terlebih dahulu.

“Sambil makan aku lihat kiri kanan, terus tengok golok langsung aku ambil langsung aku tusuk,” ujarnya di hadapan Polisi.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.