Terganggu Suara Ambulan, Warga Keputih Buat Banner Matikan Sirine

Banner yang dipasang warga Keputih karena terganggu suara sirine ambulans. (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Warga Kelurahan Keputih Surabaya memasang beberapa banner di sepanjang jalan menuju TPU Keputih, yang menjadi makam pasien Covid-19. Banner tersebut ditujukan kepada para sopir ambulans agar mematikan sirine.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Indi Nuroini mengatakan, banner tersebut memang dipasang oleh pihaknya beberapa waktu lalu. “Dipasang dua hari yang lalu. total tiga banner, di depan jalan masuk Kampung Keputih, di tengah, dan di depan TPU Keputih,” kata Indi ketika dikonfirmasi Ngopibareng.id, Kamis, 15 Juli 2021.

Banner imbauan tersebut, kata Indi, merupakan respon dari warga Kelurahan Keputih. Mereka mengeluh dengan adanya suara sirine ambulan yang masuk ke wilayahnya. “Kami pasang sebagai respon dari banyaknya warga Keputih yang mengelukan suara sirine mobil jenazah yang masuk wilayah jalan kampung kami,” jelasnya.

Menurur Indi, dalam sehari rata-rata ada sekitar 50 ambulans yang menuju makam pasien Covid-19, Keputih. Hal tersebut belum ditambah banyaknya pengiring jenazah yang menggunakan sepeda motor.

“Itu semua membuat masyarakat di kampung kami menjadi resah. Sehingga kami sepakat membuat himbauan seperti itu biar tetap santun di jalan,” ucapnya.

Indi mengungkapkan, saat ini mayoritas ambulans yang melintas sudah tidak menyalakan sirine lagi. Menurut dia, sekarang jalan Kelurahan Keputih jauh lebih tertib dari sebelumnya. “Mayoritas sudah tidak membunyikan sirine dan pengantar jenazah juga tampak lebih tertib, meskipun masih ada beberapa yang masih membunyikan sirine,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar video melalui media sosial sebuah ambulans diberhentikan oleh beberapa orang di tengah jalan. Bahkan, massa tersebut tampak meneriaki sambil mengelilingi mobil jenazah.

Video berdurasi 30 detik tersebut memperlihatkan beberapa mobil ambulans diminta untuk mematikan raungan sirinenya. “Untuk pembawa jenazah bilamana memasuki wilayah Keputih, sirene harus dimatikan. Terima kasih,” kata salah satu pria dalam video tersebut.

Diketahui bahwa, para massa yang menghadang ambulans tersebut merupakan warga Keputih. Mereka merasa terganggu dengan adanya suara sirine ambulans yang mengantar jenazah.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.