Tim KURITABAYA Dapat Dukungan Positif Peneliti Sastra Jawa Timur

  • Bagikan
Tim PKM-K Universitas Negeri Malang


Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai oleh Mufazatul Istiqomah telah berhasil menciptakan KURITABAYA sebagai buku cerita inovatif yang menjadi media pendukung dalam proses pembelajaran bahasa dan budaya jawa berbasis teknologi augmented reality dengan desain lift the flap.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Mufazatul Istiqomah (Akuntansi 2019), Nur Alfiyatuz Zahro (Akuntansi 2019), Nuventin Asna Putri (2019), M Hafidz Rifki F. (Akuntansi 2019), Fatimah Az Zahra (Desain Komunikasi Visual 2019).

 Sekelompok mahasiswa Akuntansi dan DKV tersebut bergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kewirausahaan Kemendikbudristek di bawah bimbingan Umi Nuraini S.Pd., M.Pd., MCE., yang berhasil lolos didanai 100% PKM 2021.

Tim mahasiswa UM berinovasi mengkombinasikan teknologi augmented reality dan fitur desain lift the flap book menjadi sebuah media menarik membantu proses belajar bahasa dan budaya jawa yang sebelumnya hampir terlupakan dengan kehadirannya bahasa asing di era globalisasi.

Pengaplikasian Augmented Reality

Menurut Mufazatul, selaku ketua tim PKM-K mengutarakan, sampai saat ini belum ada media pembelajaran yang bisa mengoptimalkan pembelajaran bahasa dan budaya jawa. Terlebih, permasalahan di beberapa sekolah dasar diklaim bahwa masih banyak siswa yang tidak mengetahui kosakata bahasa jawa dan mudah merasa bosan untuk mempelajarinya.

 “Media pembelajaran bahasa dan budaya jawa masih konvensional sehingga berpotensi tidak optimalnya proses pembelajaran khususnya anak Sekolah Dasar (SD),” terang Puja Fidiawati, Guru Bahasa Jawa SDI Aswaja Kota Malang.

 Menurutnya, dengan kehadiran buku KURITABAYA tersebut, dapat membantu mengurangi permasalahan pembelajaran siswa sebagai media yang inovatif, interaktif, dan menarik untuk digunakan oleh siswa sekolah dasar.

 “Kami terinspirasi untuk menggabungkan fitur teknologi dan lift the flap menjadi sebuah beberapa series buku dengan target mempublikasikan berupa serial the movie yang akan menambah nilai ketertarikan untuk pembelajaran di semua jenjang,” tutur Mufazatul.

 Sementara itu, Dr. Amir Mahmud selaku peneliti sastra di balai bahasa Jawa Timur dan pusat bahasa depdikbud, sangat mendukung keberadaan buku inovatif ini untuk menjadi sebuah media interaktif dalam mengenalkan budaya kepada anak zaman sekarang.

Dr. Amir Mahmud M.Pd., Peneliti Sastra Di Balai Bahasa Jawa Timur Dan Pusat Bahasa Depdikbud
Dr. Amir Mahmud M.Pd., Peneliti Sastra Di Balai Bahasa Jawa Timur Dan Pusat Bahasa Depdikbud

“Buku cerita Kuritabaya “Mlaku-Mlaku ing Yogyakarta” sing ditulis mahasiswa UM iki cocok yen diwaca bocah Sekolah Dasar (SD) sampe wong tuwo. Buku Kuritabaya iki kertase kandel lan mewah, gambare apik, tulisane jelas, lan critane ora kedawan wacanane. Kuritabaya cocok diedarake nganggo media cetak lan elektronik, uga difilemake amarga buku iki nduweni trobosan teknologi modern, iso diteruske mligi kanggo nglestareke lan pasinaon budaya lan Basa Jawa. Bocah-bocah lan kawula mudha kudu cerdas gunake teknologi modern, naming uga tetep gandrungi budaya lan basa daerahe”, tutur Dr. Amir Mahmud.

Adapun untuk produk KURITABAYA ciptakaan tim mahasiswa UM bisa dijumpai di instagram @kuritabaya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *