Tingkatkan Pengamalan Al-Ma’un, Sikapi Pandemi yang Makin Parah

  • Bagikan
Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) PP Muhammadiyah Agus Syamsudin. (Foto: Istimewa)


Berlangsung lebih dari satu tahun, pandemi Covid-19 membawa dampak serius terhadap ekonomi, Kesehatan fisik, psikologis dan sosiologi kehidupan masyarakat. Akibat jenuh, banyak masyarakat yang mulai acuh tak acuh terhadap pandemi sehingga membahayakan masyarakat lainnya.

Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) PP Muhammadiyah Agus Syamsudin, mengingatkan, warga Persyarikatan agar semakin meningkatkan pengamalan Surat Al-Ma’un. Hal itu diungkapkan karena dampak pandemi Covid-19 yang saat ini semakin parah.

“Itu diperarah lagi jika kemudian ada saudara-saudara kita yang terkena Covid. Hari-hari ini, dua minggu ini saya ditelpon, di-wa (whatsapp) oleh teman saya, yang saya kenal maupun tidak kenal. Intinya satu, ‘Pak ada kamar kosong nggak? Ada temen saya, ada saudara saya, ada orangtua saya yang memerlukan kamar untuk Covid-19’,” kata Agus Samsudin, dalam keterangan Jumat, 2 Juli 2011.

Hadapi Realitas Nyata

Dalam webinar MCCC dan LPCR PP Muhammadiyah, Agus mengajak warga Muhammadiyah menghadapi realitas nyata ini dengan meningkatkan kepedulian dan kebersamaan.

“Jadi keprihatinan dan kesedihan saya bertambah karena ada masalah seperti sekarang ini. Oleh karena itu kami yakin teman-teman bisa memberikan pencerahan pada orang-orang di sekitar kita terkait bahwa (Covid) ini ada dan nyata. Bahkan juga ada tenaga Kesehatan yang meninggal,” tutur Agus.

Perbanyak Amalan Ajaran Al-Ma’un

Agus Samsudin berharap momentum tahun kedua pandemi dihadapi dengan persatuan dan kebersamaan, apalagi pemerintah menurutnya juga telah kewalahan.

“Faktor ekonomi tentu saja pemerintah tidak akan mampu menangani. Duitnya nggak ada. Kalau kemarin Pak Gubernur (DIY) itu bilang ‘aku ora iso ngragati’ memang pemerintah tak punya duit,” katanya.

“Tapi sebenarnya pemerintah bisa mengajak masyarakat, kenapa? Karena di antara masyarakat itu ada yang berlebih dan ada yang kurang beruntung. Nah yang berlebih ini kemudian kita kepengen bisa membagikan sesuatu kepada yang membutuhkan. Dan inilah menurut saya spirit Al Ma’un yang selalu digaungkan (Muhammadiyah) sejak tahun 1923,” tutur Agus.

Jangan Dustakan Agama

Bagi warga Muhammadiyah, Agus memandang ruang untuk mengamalkan ajaran Al-Ma’un semakin terbuka akibat pandemi.

Sebab kini orang kesusahan ada di mana-mana sehingga orang yang tak peduli dengan nasib mereka dianggap Muhammadiyah sebagai orang yang lalai dan mendustakan agama.

“Jadi kewajiban kita semuanya untuk bisa menelurkan program apa saja yang bisa kita lakukan di dalam masa-masa sulit seperti ini. Saya sangat berharap dalam webinar ini inovasi-inovasi baru LCPR bisa memberikan solidaritas sosial dari sisi ekonomi yang kemudian betul-betul menjadi bagian kita mampu ber-Al Ma’un dengan sebaik-baiknya,” harap Agus, dilansir dari situs resmi PP Muhammadiyah.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *