Tren Penumpang Meningkat, KAI Commuter Ajak Pengguna KRL Patuhi Prokes dan Siapkan Syarat Perjalanan

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – KAI Commuter sebagai operator Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek mengungkapkan bawa jumlah pengguna KRL mulai menunjukkan peningkatan pada bulan Oktober 2021 ini. Volume pengguna KRL hingga tanggal 30 kemarin rata-rata 353.996 pengguna per hari. Jumlah ini meningkat 25,19 persen dibanding rata-rata September yang mencapai 282.760 pengguna setiap harinya. Senin (25/10) lalu juga tercatat volume pengguna terbesar dalam satu hari sejak masa PPKM yaitu 428.537 pengguna. Peningkatan volume juga sejalan dengan aktivitas masyarakat yang kembali bergerak saat ini.

KAI Commuter mengingatkan pengguna untuk mengikuti dan menyiapkan syarat-syarat perjalanan dengan KRL saat memasuki area stasiun. Syarat perjalanan KRL saat ini masih mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 89 tahun 2021.

“Sesuai aturan tersebut pengguna KRL dan KA Lokal dalam satu aglomerasi tidak diwajibkan membawa hasil tes PCR maupun antigen. Namun syarat bagi pengguna KRL sebagai kereta perkotaan adalah wajib menunjukkan serifikat sudah divaksin sekurangnya dosis pertama melalui file digital, bentuk fisik, ataupun memindai kode QR lewat aplikasi Peduli Lindungi. Siapkan persyaratan tersebut sebelum masuk stasiun untuk mempercepat antrean pemeriksaan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba di Jakarta, Minggu (31/10).

Selain itu, lanjutnya, anak di bawah usia 12 tahun sesuai aturan yang berlaju juga sudah dapat menggunakan KRL dengan syarat didampingi orang tua atau keluarga. Namun anak berusia di bawah lima tahun (balita) masih dilarang naik KRL kecuali untuk keperluan medis.

“Selain aturan dan syarat perjalanan, protokol kesehatan (prokes) di stasiun dan KRL juga terus ditegakkan. Seluruh pengguna wajib menggunakan masker ganda yaitu masker medis dilapis masker kain selama berada di stasiun dan kereta. Pada jam-jam sibuk di sejumlah stasiun juga terdapat antrean penyekatan untuk mengatur jumlah pengguna yang dapat naik ke kereta. Penyekatan masih dijalankan sehubungan aturan terkait pembatasan jumlah pengguna atau kapasitas saat ini masih berlaku, yaitu 32% untuk KRL dan 50% untuk KA Lokal,” terangnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpang KRL terlihat padat ketika jam masuk kerja di stasiun penyokong seperti stasiun Depok, Stasiun UI, hingga stasiun Bogor. Petugas sembari melakukan cek dokumen perjalanan, juga membatasi masuknya penumpang ke dalam stasiun agar prokes jaga jarak dan mengurai kerumunan. Kepadatan penumpang akan mulai berkurang setelah pukul 10.00 WIB.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *