Turots Ulama Indonesia Identitas Keislaman Bangsa

Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Setwapres)

[ad_1]

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin meresmikan Pameran Turots Nusantara secara daring, Selasa, 8 Januari 2022.

Wapres dalam sambutannya menyampaikan, Turots atau karya tertulis warisan budaya Islam menjadi penanda Islam di Indonesia yang kaya dengan pengetahuan dan kebudayaan zaman dahulu.

Untuk itu, Turots Ulama Indonesia dapat dijadikan identitas keislaman bangsa sebagai dasar dalam mengembangkan konsep membangun Indonesia maju sesuai dengan keadaan yang terjadi saat ini.

Turots Ulama Indonesia dijadikan sebagai basis pijakan membangun identitas dan jati diri keislaman bangsa Indonesia. Utamanya, dalam menghadapi berbagai tantangan dunia modern, menuju Indonesia yang unggul, tangguh, dan berkarakter, seperti yang kita cita-citakan,” katanya.

Untuk menghargai sumbangsih para ulama yang telah melahirkan Turots di masa silam, Wapres menekankan, bangsa Indonesia harus memiliki semangat dan kesadaran yang tinggi akan kebesaran leluhur tersebut. Sehingga, ke depannya karya-karya baru tentang peradaban Islam akan muncul kembali sesuai dengan perkembangan zaman.

“Sebagai pewaris tradisi keilmuan Islam yang kaya di masa silam, seyogyanya ingatan, spirit, dan kesadaran bangsa Indonesia akan kemegahan dan kebesaran leluhur yang dimiliki bangsa Indonesia dapat dibangkitkan kembali untuk mendorong munculnya karya-karya baru tentang keislaman, yang sarat akan ilmu pengetahuan, sesuai dengan perkembangan zaman, seraya tetap mengajak pada jalan kebaikan, dan menguatkan persatuan dan kesatuan,” katanya.

Selanjutnya, Wapres mencontohkan, salah satu karya peninggalan Turots adalah kitab yang ditulis oleh Imam Nawawi Al-Bantani. Ia mengimbau kepada umat Islam Indonesia, terutama generasi muda, dapat mengikuti semangat warisan Syekh Nawawi Al-Bantani yang menguasai khazanah keilmuan dunia Islam.

“Syekh Nawawi Al-Bantani juga memberikan contoh dan semangat kepada para ulama di Indonesia, khususnya generasi muda untuk membuat karya tulis yang berkualitas sejak ratusan tahun yang lalu. Karya literasi dan kajiannya menumbuhkan jiwa nasionalisme. Aktivitas di bidang keilmuan ini dijalani oleh Syekh Nawawi hingga akhir hayatnya,” kata Wapres.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula Peluncuran Kompilasi 11 Kitab Ulama Nusantara dan Pengajuan Nama Jalan Syekh Nawawi Banten di Cilincing, Jakarta Utara.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.