Umat Hindu dan Sikh di Afghanistan Tolak Tawaran ke India

  • Bagikan
Orang-orang Afghanistan yang beragama Hindu dan Sikh berbaris hendak naik pesawat di Bandara Internasional Hmid Karzai, Selasa lalu. Mereka memilih pergi ke AS atau Kanada, dan menolak tawaran ke India. (Foto:TRT)


Di Afghanistan juga terdapat komunitas warga beragama yang beragama Hindu dan Sikh. Mereka oleh India ditawari untuk mengungsi ke India, tetapi mereka menolak. Umat Hindu dan Sikh yang ada di Afghanistan lebih memilih pindah ke Amerika Serikat atau Kanada, mereka menolak ke India yang berada di bawah pemerintahan nasionalis Hindu.

Sebenarnya India telah mengatur penerbangan untuk mengevakuasi warganya, termasuk evakuasi terhadap sekitar 200 orang Hindu dan Sikh yang saat ini berada di Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul. Mereka lebih suka pergi ke AS atau Kanada daripada ke India.

“Apa salahnya mencari migrasi ke AS atau Kanada? Kami tahu nasib mereka yang bermigrasi ke India. Tidak ada kesempatan kerja dan banyak dari mereka yang kembali atau pindah ke negara lain,” kata salah satu orang yang ingin pergi ke Kanada atau AS, seperti dikutip TRT Word.

Ekonomi India menurun akibat pandemi, tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat. Di bawah pemerintahan nasionalis Hindu Modi, situasi hak asasi manusia di India juga dianggap  semakin buruk. Ketika kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia meningkat di seluruh negeri, pemerintah PM Narendra Modi mengatakan akan ‘memprioritaskan’ Sikh dan Hindu Afghanistan dalam memberikan visa untuk evakuasi darurat.

Kelompok hak asasi manusia dan beberapa politisi India telah mengkritik kebijakan suaka negara itu terhadap Afghanistan dengan mengatakan bahwa itu sejalan dengan RUU Amandemen Kewarganegaraan kontroversial BJP, yang diperjuangkan oleh PM Modi. RUU itu mengecualikan Muslim, menandakan bahwa pemerintah nasionalis Hindu memendam sentimen diskriminatif terhadap minoritas Muslim di negara itu.

“Memalukan,  bahwa pemerintah India sekarang adalah melihat pengungsi Afghanistan yang putus asa bukan sebagai manusia yang melarikan diri dari penganiayaan, tetapi dari pandangan bahwa mereka bukan Muslim,” tulis Kavita Krishnan, seorang politisi oposisi, di Twitter.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *