Unggun Dahana, Wisudawan Tertua ITS Lulus di Usia 59 Tahun

  • Bagikan
Unggun Dahana, yang dinobatkan sebagai wisudawan tertua pada Wisuda ke-124 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu, 9 Oktober 2021. (Foto: istimewa)


Usia tak menghalangi untuk menuntut ilmu, seperti yang dilakukan oleh Unggun Dahana, yang dinobatkan sebagai wisudawan tertua pada Wisuda ke-124 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu, 9 Oktober 2021.

Wisudawan dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini sukses menyelesaikan masa studi program magisternya (S2) di usia 59 tahun 3 bulan.

Saat ditanya mengenai motivasi melanjutkan studinya, Unggun menceritakan, hal ini bermula dari masa studi S1-nya yang mengambil jurusan Teknik Persisteman Kapal di ITS pada tahun 1985.

Di samping itu, banyak para senior dan juniornya yang menjadi dosen di ITS. Ketertarikannya dalam dunia kelautan membuatnya memilih S2 di Teknik Sistem Perkapalan ITS.

“Jurusan ini juga sejalan dengan pekerjaan saya, yakni di bidang migas. Saya masih semangat belajar karena umur tidak membatasi untuk belajar,” kata Unggun.

Wisudawan yang berhasil memperoleh IPK 3,72 ini menuturkan, selama proses menempuh pendidikan ia sempat menemui kendala.

Unggun saat melakukan prosesi wisuda online. (Foto: ismewa)

Hal ini dikarenakan dalam bidang pekerjaannya jarang menggunakan kaidah-kaidah dalam penulisan ilmiah. Sehingga ia harus lebih belajar dan menyesuaikan diri dengan sistem penulisan ilmiah.

“Dikarenakan saya praktisi, di pekerjaan jarang menulis dengan kaidah ilmiah,” jelasnya.

Dalam membagi waktu antara perkuliahan dan pekerjaan, Unggun yang mengikuti prosesi wisuda secara daring ini, mengaku tidak mengalami kesulitan. Perkuliahan dilaksanakan lima kali dalam seminggu dan masing-masing hanya berdurasi 2-3 jam, sehingga baginya lebih mudah mengatur waktu.

Lelaki yang lulus dengan predikat sangat memuaskan ini berhasil membuahkan sebuah tesis dengan judul Penggunaan Drone untuk Pengawasan Operasi Maritim dan Menganalisa Kesenjangan Antara Tujuan Regulasi Sistem Identifikasi Otomatis dengan Kinerjanya.

Tesis ini bertujuan untuk pengawasan laut menggunakan sistem drone guna melengkapi sistem identifikasi Automatic System Identification (AIS) di pelabuhan, karena masih banyaknya kapal yang tidak terbaca oleh radar.

Wisudawan kelahiran 24 Juli 1962 ini mengatakan, tesisnya terinspirasi dari buku berjudul Maritim Economics karangan Stopfords. Dalam buku ini mengisahkan tentang kejayaaan ekonomi maritim di Mesopotamia sejak 5.000 tahun silam.

Unggun berharap, tesis yang telah ia buat dapat bermanfaat bagi keselamatan dalam berbagai bidang. Ia memaparkan ketika menciptakan teknologi harusnya memperhatikan aspek-aspek keselamatan. Dikarenakan terbukti terdapat pelarangan untuk beberapa teknologi.

“Harapan saya agar mengedepankan aspek keselamatan dan lingkungan dalam mengembangkan teknologi,” ungkapnya.

Tak lupa, Unggun juga berterima kasih kepada para dosen yang telah memotivasinya untuk menyelesaikan masa studi S2 di ITS, khususnya Dr Ir Agoes Santoso MSc MPhil, Raja Oloan Saut Gurning ST MSc PhD dan Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc.

“Ketiga dosen inilah yang selalu memberi inspirasi dan semangat kepada saya,” tandasnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *