Upaya Yuzuru Hanyu ‘Pangeran Es’ Asal Jepang Ciptakan Rekor Lompatan Mustahil

[ad_1]

Dalam sepersekian detik, tubuh terangkat ke udara dengan dorongan satu kaki. Seluruh badan lalu berputar bagaikan gasing sebanyak 4,5 kali dengan posisi tangan memeluk tubuh. Satu kaki kemudian mendarat anggun dengan gerakan mundur, lalu meluncur untuk melanjutkan koreografi.

“Kamu merapatkan tangan dan kaki untuk meningkatkan tingkat rotasi hingga rasanya berputar seperti tornado,” terang Drew Meekins, pelatih tim seluncur indah AS, kepada VICE World News.

Namun, teknik ini hampir mustahil ditaklukkan manusia biasa. Quadruple axel membutuhkan kekuatan, presisi dan kontrol tubuh yang luar biasa — lebih sulit dari quadruple atau “quad” biasa karena dimulai dengan posisi atlet menghadap ke depan dan membutuhkan setengah putaran ekstra untuk mendarat ke belakang. Jika triple axel dianggap lompatan dewa, maka tingkatan quadruple axel jauh di atas itu.

Yuzuru Hanyu dijuluki “Pangeran Es” berkat keberhasilannya meraih medali emas Olimpiade sebanyak dua kali dalam usia yang sangat muda. Saat ini, dia bertekad menaklukkan teknik lompatan tersebut dalam Olimpiade Beijing.

“Alasan terbesar saya pergi ke Beijing yaitu ingin menyelesaikan quadruple axel,” tegas Hanyu saat diwawancarai media lokal usai memenangkan Kejuaraan Seluncur Indah Jepang pada Desember.

Hanyu diperkirakan akan unjuk kebolehan melompat quadruple axel dalam perlombaan tunggal putra Kamis ini.

Meski pendaratannya selama latihan nyaris sempurna, pendapat pakar terbelah terkait bisa tidaknya atlet 27 tahun itu mencetak sejarah dalam Olimpiade. Tapi yang pasti, dia akan membuat gebrakan di cabang olahraga ini jika sampai berhasil.

Kurt Browning asal Kanada merupakan atlet seluncur indah pertama yang sukses menyelesaikan lompatan quadruple pada 1988. Dia beranggapan Hanyu memiliki kemampuan untuk mewujudkan ambisinya, tapi akan lebih baik jika dia tidak mencobanya dalam Olimpiade Beijing untuk menghindari kehilangan poin apabila gagal.

“Jika dia gagal, poinnya bisa dikurangi tiga kali lipat, begitu juga dengan poin eksekusinya—dia bisa kehilangan lima sampai tujuh poin, itu pun kalau tidak jatuh,” Browning menjelaskan. Menurutnya, lebih aman bagi Hanyu untuk mencoba teknik ini pada kompetisi berisiko rendah.

Tom Zakrajsek melatih Vincent Zhou yang merupakan lawan Hanyu dari AS. Dia memuji tekadnya, tapi menurutnya Hanyu belum menguasai teknik quadruple axel jika dilihat dari latihan dan perlombaan di masa lalu. “Saya melihat itu tidak mudah dilakukan. Dia tidak berputar penuh, dan tekniknya rumit,” ujarnya.

Hanyu memiliki segudang prestasi. Lelaki kelahiran Sendai, daerah di Jepang yang hancur akibat gempa Tohoku pada 2011, secara berturut-turut menyabet medali emas dalam Olimpiade Musim Dingin, menjadi juara dunia dan mencetak skor tertinggi di berbagai kompetisi. Dia memecahkan 18 rekor dunia, dan merupakan peraih medali emas termuda di cabor seluncur indah Olimpiade, prestasi yang ia capai di usianya yang baru 19 tahun pada Olimpiade Sochi 2014.

Hanyu akan mengukuhkan posisinya sebagai atlet seluncur indah terbaik di dunia apabila berhasil menaklukkan quadruple axel. Dalam sesi latihan terbarunya, dia berhasil menyelesaikan 4,5 putaran, tapi mendarat dengan dua kaki. “Jika memikirkan kembali jalan yang telah saya lalu, saya sudah siap 70 persen,” ungkap Hanyu tentang progresnya dalam sebuah wawancara.

Diberi nama seperti peluncur indah Norwegia Axel Paulsen, teknik lompatan ini telah berulang kali dicoba atlet di seluruh dunia. Akan tetapi, tak ada satu pun yang berhasil.

Pada kejuaraan AS Januari lalu, peluncur indah Artur Dmitriev Jr. hampir menyelesaikan lompatan tapi mendarat dengan dua kaki—juri memutuskan putarannya belum cukup. Nathan Chen, atlet 22 tahun asal AS, terjatuh saat mencobanya. Kedua tangannya menyentuh arena es. Baru Dmitriev yang buka suara soal percobaan ini.

Siapa pun atlet yang berhasil menyelesaikan quad axel dengan sempurna akan membuka pintu ke era baru seluncur indah.

“Saya rasa ISU [Persatuan Skating Internasional] akan mengubah skala nilai dan menambah quintuple sebagai teknik selanjutnya,” Zakrajsek menebak. Quintuple berarti putarannya bertambah jadi 5,5.

“Sudah menjadi kodrat manusia untuk mencoba tantangan baru dan menaklukkannya. Jika ada yang berhasil, semua orang akan berpikir, ‘Kalau dia bisa, berarti saya juga bisa,’” lanjutnya.

Browning “sangat menantikan” saat-saat atlet seluncur indah berhasil mengeksekusi quad axel. “Saya akan menyembah orang itu,” simpulnya.

Follow Hanako Montgomery di Twitter dan Instagram.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.