Usah Bingung, Ini Panduan Isolasi Mandiri di Rumah

  • Bagikan
Panduan menjalani isolasi mandiri (isoman). (Ilustrasi: Fa-Vidhi/Ngopibareng.id)


Semakin tinggi kasus Covid-19,semakin banyak pasien Covid-19 yang disarankan isolasi mandiri atau isoman oleh tenaga kesehatan. Berikut sejumlah panduan yang harus dilakukan, ketika menjalani isoman akibat positf Covid-19.

Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan

Keputusan isoman tidak dilakukan dengan sendirinya. Setelah diketahui hasil tes reaktif swab antigen dan positif PCR, pasien harus melaporkan kondisi tersebut minimal ke Puskesmas terdekat.

Setelah mengetahui riwayat sakit dan mengecek kondisi, nantinya tim medis Puskesmas atau tenaga kesehatan pribadi, yang akan memutuskan untuk memberikan rekomendasi isoman atau perawatan di fasilitas kesehatan tertentu.

Perhatikan Tanda Kegawatdaruratan

Selama isoman pasien dianjurkan untuk terus berkonsultasi rutin dengan tenaga kesehatan atau dokter pribadi. Jika pasien tergolong kelompok berisiko tinggi, seperti lanjut usia atau pasien dengan komorbid, laporan kondisi bisa dilakukan setiap 3 hingga 4 jam sekali.

Lingkungan di rumah juga harus peka terhadap kondisi pasien. Sejumlah kondisi gawat darurat harus diketahui. Sejumlah tanda gawat darurat itu antara lain jika terasa berat saat menarik napas, frekuensi tarik napas lebih dari 20 kali per menit, dada terasa sakit atau batuk disertai sesak, demam tidak turun meski telah konsumsi obat penurunan panas, bibir dan ujung jari berwarna ungu, dan tidak bisa makan dan minum, dilansir dari Kawal Covid-19.

Jaga Kebersihan

Selama isoman kebersihan menjadi kunci penting agar virus tidak menyebar ke penghuni rumah yang masih sehat. Jika pasien yang sedang isoman masih mampu mencuci piring atau baju sendiri, maka dianjurkan untuk melakukannya sendiri.

Namun bila tak mampu, orang yang membantu mencuci harus menggunakan sarung tangan dan masker sekali pakai. Ketika membersihkan pakaian atau seprei, tak perlu mengibaskan benda lantaran berpotensi menyebarkan droplet.

Sampah pasien Covid-19 juga harus disendirikan. Semprot kantung sampah dengan disinfektan ketika hendak dibuang, untuk mencegah kemungkinan virus yang masih hidup.

Isoman di Ruangan Terbatas

Isoman akan lebih sulit dilakukan dalam kondisi rumah yang padat penghuni dan terbatas ruangan. Sejumlah hal bisa diupayakan dalam kondisi tersebut. Pasien harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga kebersihan dengan menggunakan disinfektan.

Pasien juga diupayakan untuk pisah tidur dengan penghuni rumah yang tidak berstatus positif Covid-19. Selain itu, penggunaan AC harus dihindari dan sirkulasi udara harus diupayakan selancara mungkin.

Lama Isolasi Mandiri

Idealnya, isolasi mandiri bisa berakhir setelah 10 hari, jika pasien tak mengalami gejala. Namun jika ada gejala selama isolasi mandiri berlangsung, maka masa isoman ditambah 10 hari sejak hari pertama gejala muncul.

Sementara isoman untuk kontak erat dilakukan 14 hari, meski hasil tes PCR atau swab antigen menghasilkan negatif. Tes PCR sendiri dilakukan minimal 3 hari setelah kontak, atau swab antigen minimal 5 hari setelah kontak. (Kwl)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *