Usai MPP, KPK Geledah Rumah Pribadi Kadis PMPTSP

  • Bagikan
Kepala Dinas PMPTSP, Kristiana Ruliani (tengah) dalam sebuah acara di Pemkab Probolinggo. Rumah pribadinya di Permahan Kalirejo digeledah KPK. (Foto: Istimewa)


Sehari setelah menggeledah Mal Pelayanan Publik (MPP), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah pribadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, Sabtu, 25 September 2021.

Penggeledahan di rumah Kristiana di Perumahan Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu diduga masih berkaitan sebab MPP di bawah wewenang Dinas PMPTSP.

Seorang petugas sekuriti di Perumahan Kalirejo, Pahing, 42 tahun membenarkan, kedatangan para penyidik dari komisi antirasuah itu. “Ya benar, ada empat orang dari KPK datang ke Perumahan Kalirejo dengan tiga mobil,” katanya, Sabtu sore.

Dikatakan para penyidik KPK tiba di Perumahan Kalirejo sekitar pukul 09.30 dan baru pulang sekitar pukul 12.30. “Oleh penydik KPK, saya sempat diminta tanda tangan sebagai saksi penggeledahan rumah Bu Kristina Ruliani,” kata Pahing.

Pahing menambahkan, saat penyidik KPK tiba di Perumahan Kalirejo, Kristiana Ruliani tidak berada di rumahnya. “Yang ada hanya Pak Bambang, suaminya. Namun tidak seberapa lama, saat masih penggeledahan rumah, Bu Kristiana Ruliani datang,” ujarnya.

Sasaran penggeledahan tidak hanya di dalam rumah. Sebuah mobil dinas yang biasa dipakai Kristiana Ruliani juga digeledah.

Rumah pribadi Kristiana Ruliani di Perumahan Kalirejo, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Istimewa)

“Saat pulang, penyidik KPK tidak terlihat membawa koper, hanya membawa tas ransel,” kata petugas sekuriti itu.

Sehari sebelumnya, Jumat, 24 September 2021, para penyidik KPK “mengobok-obok” MPP yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari Perumahan Kalirejo. Penggeledahan MPP mulai Jumat pagi sekitar pukul 10.00 itu hingga sore hari sekitar pukul 15.00.

Saat hendak meninggalkan MPP di Jalan Raya Dringu, Kabupaten Probolinggo itu sejumlah petugas tampak memasukkan sejumlah koper dan tas ransel ke dalam mobil.

Selama penggeledahan yang berlangsung lima jam itu, dua pintu gerbang MPP ditutup. Warga yang telanjur berada di dalam MPP, tidak diperbolehkan keluar. Demikian juga para pegawai yang bekerja di MPP tidak boleh meninggalkan kantornya.

Bahkan para pegawai yang hendak salat Jumat diarahkan untuk salah di masjid yang berada di dalam kompleks perkantoran MPP.

Seperti diketahui pasca operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin, anggota DPR RI, penyidik KPK masih beberapa kali turun ke Probolinggo.

Penyidik KPK sempat memeriksa empat aparatur sipil negara (ASN) termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono. KPK juga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *