Usung Anies, Nasdem Bisa Kehilangan Basis Pemilihnya

  • Bagikan



SuaraKupang.com – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai, Nasdem sedang gamang untuk memutuskan apakah akan mencapreskan Anies Baswedan di Pilpres 2024 atau tidak.

Menurut Burhanuddin, saat ini Nasdem masih membuka kesempatan kepada siapapun untuk maju sebagai calonnya di pilpres melalui konvensi. Dan harus diakui, Anies memiliki keunggulan kompetitif sebagai salah seorang deklarator ormas Nasdem bersama Surya Paloh, beberapa tahun lalu.

Namun yang paling berat bagi Nasdem adalah potensi kehilangan basis pemilih jika memaksakan diri untuk mengusung Anies di pilpres.

“Ada komplikasi elektoral yang dipikirkan Nasdem,” kata Burhanuddin Muhtadi dalam acara Prime Time di TV Swasta, Jumat (13/08/2021).

Penjelasannya, di pemilu 2019 lalu, Nasdem bisa lolos threshold adalah karena dipilih oleh mayoritas pemilih progresif dan non Muslim. Makanya di wilayah minoritas seperti NTT, suara Nasdem mengalami kenaikan tajam.

Sementara Anies memiliki ‘beban’ residu politik pasca Pilkada DKI Jakarta pada 2017 yang sarat dengan isu eksploitasi SARA.

“Jadi ada kalkulasi Nasdem. Kalau usung Anies, harus siap menanggung ongkosnya dimana pemilihnya berpotensi hengkang. Mungkin ada harapan meraih pemilih baru pendukung Anies, tapi seberapa besar? Sementara dia akan kehilangan 40% suaranya dari basis pemilih yang tak happy dengan Anies,” tegasnya.

Menurutnya, hal seperti ini pasti akan dihitung dengan cermat oleh semua pengurus parpol saat ini. Bukan hanya oleh Nasdem. Itu juga alasannya, partai politik takkan menentukan calonnya di saat ini.

“Mereka akan menunggu lawan mengambil bidaknya, menunggu partai lain mengajukan siapa, baru kemudian membuat langkah dan responsnya,” jelasnya.


Photo Credit : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. ANTARA/M. Agung Rajasa

 

Edo W.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *