Usus Buntu Tak Sekedar Sakit Perut Sebelah Kanan dan Makan Pedas

  • Bagikan
Komika Raditya Dika baru saja menjalani operasi usus buntu. (Foto: Instagram)


Sutradara, penulis sekaligus komika Raditya Dika baru saja selesai menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, pada 28 Agustus 2021. Kabar tersebut dibagikan suami aktor Anissa Azizah melalui akun Instagram pribadinya. Setelah jalani operasi usus buntu, pemilik nama asli Dika Angkasaputra Moerwani Nasution ini mengaku masih belum bisa tertawa lepas lantaran bekas jahitan yang masih basah.

Radang usus buntu sendiri merupakan kondisi yang disebabkan infeksi dan ditandai dengan terbentuknya nanah di usus buntu (apendiks). Nanah yang menumpuk dapat menyebar ke organ lain dan menyebabkan komplikasi, seperti peritonitis, apabila tidak segera ditangani.

Usus buntu adalah sebuah organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yang menghubungkan ke usus besar. Seperti apa bahaya dari penyakit usus buntu dan bagaimana gejalanya? Mari simak ulasan berikut ini.

Raditya Dika menjalani operasi usus buntu di RSPP Jakarta. (Foto: Instagram)

Penyebab Usus Buntu

Munculnya penyakit usus buntu disebabkan rongga usus buntu mengalami infeksi. Pemicunya bakteri yang berkembang biak dengan cepat, sehingga membuat usus buntu menjadi meradang, bengkak, hingga bernanah. Berikut ini faktor penyebab dari penyakit usus buntu.

1. Terjadinya hambatan pada pintu rongga usus buntu.

2. Adanya penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena adanya infeksi pada saluran pencernaan atau pada bagian tubuh lainnya.

3. Tinja atau pertumbuhan parasit, seperti cacing kremi tau ascariasis yang menyumbat rongga usus buntu.

4. Adanya cedera pada perut.

5. Adanya kondisi medis, seperti tumor pada perut atau inflammaatory bowel disease.

Mitos Penyebab Usus Buntu

Beberapa mitos yang berkembang di kalangan masyarakat percaya bahwa penyakit usus buntu disebabkan oleh adanya penyumbatan akibat biji makanan seperti biji cabai, dan biji buah-buahan yang dikonsumsi atau lupa dibuang.

Namun pada studi yang dilakukan oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health dengan judul Can Fruit Seed and undigested Plant Residuals Cause Acute Appendicitis, menyatakan bahwa biji buah yang tertelan bukanlah penyebab langsung penyakit usus buntu, namun biji buah yang tidak hancur ketika tertelan tersebut bisa menyebabkan penyumbatan pada usus buntu dalam waktu yang lama, alhasil kondisi itu dapat memicu penyakit usus buntu.

Meski demikian, menurut para ahli dalam studi tersebut sangat kecil risiko biji buah menjadi penyebab radang usus buntu, rasio apendisitis akut yang disebabkan oleh biji buah sangat minim terjadi dari semua pasien apendektomi.

Gejala Usus Buntu

Gejala yang disebabkan oleh penyakit usus buntu bisa bervariasi, yakni merasakan mual, muntah, demam, diare atau konstipasi, kesulitan buang gas (kentut), perut kembung, mengalami nyeri perut, kehilangan nafsu makan, hingga kram perut akut.

Komplikasi Usus Buntu

Penyakit usus buntu yang tidak diobati akan menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan, seperti:

1. Abses atau terbentuknya kantong berisi nanah

Komplikasi yang disebabkan karena adanya usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi pada usus buntu, dapat ditangani dengan cara melakukan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik.

2. Peritonitis

Merupakan infeksi pada lapisan dalam perut atau peritoneum ketika usus buntu pecah dan akhirnya membuat infeksi menyebar keseluruh bagian tubuh, penanganannya dengan cara melakukan tindakan bedah terbuka atau pemberian antibiotik.

Faktor Risiko Penyakit Usus Buntu

1. Faktor genetik

Penyumbatan yang terjadi pada usus buntu bisa disebabkan oleh adanya faktor genetik dari keluarga, risiko tersebut biasa terjadi pada anak-anak yang setidaknya memiliki keterikatan darah dengan satu anggota keluarga inti yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit usus buntu meningkat menjadi sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari latar keluarga bebas penyakit usus buntu.

2. Cedera pada perut

Faktor risiko yang bisa terjadi pada pasien penyakit usus buntu bisa karena cedera perut, hal tersebut karena adanya trauma pada organ perut akibat kecelakaan atau terbentur di area perut dekat usus buntu yang akhirnya menyebabkan penyakit usus buntu.

3. Infeksi virus

Menurut Kepala Operasi GI Endokrin di UT Southwestern, Dr. Edward Livingston yang menyatakan bahwa kondisi penyakit usus buntu bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus atau infeksi yang belum ditentukan.

4. Kurang konsumsi makanan berserat

Meski bukan faktor utama penyebab dari penyakit usus buntu, tetapi makanan yang kurang bisa dicerna dengan baik oleh tubuh akan menyebabkan penumpukkan pada organ usus sehingga usus menjadi tersumbat dan meradang.

5. Paparan polusi udara

Meski belum diketahui secara pasti mengapa polusi udara bisa menyebabkan risiko radang usus buntu, kemungkinan akibat kombinasi peningkatan polusi udara, seperti infeksi pencernaan dan tingginya konsumsi makanan cepat saji serta makanan yang tinggi karbohidrat tetapi rendah serat.

Pengobatan Penyakit Usus Buntu

1. Laparoskopi apendektomi

Prosedur yang dilakukan dengan menggunakan sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke dalam perut, hal tersebut untuk melihat serta mengangkat usus buntu.

2. Apendektomi terbuka

Sebuah prosedur dengan melakukan penyayatan pada perut kanan bawah untuk mengangkat usus yang buntu.

Pemulihan Usai Operasi Usus Buntu

Pemulihan pasca-operasi usus buntu memang biasanya terjadi selama beberapa minggu. Karena itu, pasien dianjurkan untuk mengurangi aktivitas dan merawat luka operasi dengan baik. Agar proses pemulihan bisa lebih cepat. Lamanya pemulihan pasca-operasi usus buntu umumnya bervariasi, tergantung metode operasi yang dipilih, jenis anestesi yang digunakan, serta ada atau tidaknya komplikasi pasca-operasi.

Meski demikian, pasien bisa melakukan beberapa hal berikut untuk mempercepat proses pemulihan pasca-operasi usus buntu:

1. Cukupi waktu istirahat.

2. Perbanyak minum air putih untuk mencegah sembelit pasca-operasi usus buntu.

3. Hindari aktivitas berat selama 10-14 hari setelah operasi usus buntu.

4. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat dan memiliki permukaan kasar.

5. Cuci tangan sebelum dan sesudah merawat luka operasi.

6. Jaga selalu kebersihan diri, terutama di area sekitar bekas luka operasi usus buntu. Pastikan agar luka jahitan selalu dalam keadaan kering.

Luka sayatan setelah operasi dapat menimbulkan rasa sakit, terutama jika terlalu lama berdiri. Dokter akan memberikan obat penahan rasa sakit untuk meringankan rasa nyeri yang muncul dan antibiotik untuk mencegah infeksi pada luka operasi.

Selain itu, pasien juga harus lebih waspada dan memperhatikan tanda-tanda infeksi yang mungkin terjadi pada luka operasi.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala infeksi, seperti demam, muntah, pembengkakan, perdarahan, atau keluar cairan pada luka operasi, nyeri yang tak kunjung hilang di bagian luka operasi.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *