Vaksinasi Covid-19 dapat Hadiah Duit

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Warga California yang divaksinasi Covid-19 berhak mendapat hadiah uang total Rp 1,6 triliun. Gubernur Gavin Newsom mengumumkan jumlah uang itu sebagai bagian dari upaya mendorong lebih banyak orang untuk divaksinasi. Negara bagian itu memperkirakan 12 juta warga California yang memenuhi syarat belum divaksinasi, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Sabtu 29 Mei 2021.

Sepuluh orang akan memenangkan masing-masing 1,5 juta dolar AS pada 15 Juni mendatang. Pada tanggal itu, negara bagian itu berencana mencabut semua pembatasan. Itu adalah hadiah terbesar yang diumumkan sejauh ini di negara bagian mana pun.

Tiga puluh orang lainnya masing-masing akan memenangkan 50 ribu dolar AS, mulai 4 Juni 2021. Sedangkan 2 juta orang lainnya yang divaksinasi masing-masing akan mendapat kartu hadiah 50 dolar AS.

Orang Amerika tunawisma yang tidak masuk dalam daftar prioritas untuk vaksinasi Covid-19, akhirnya mendapatkan suntikan karena pasokan vaksin meningkat. Meskipun pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki data lengkap tentang infeksi di antara para tunawisma, terlihat jelas bahwa kondisi padat dan tidak sehat di tempat penampungan dapat meningkatkan risiko infeksi Covid-19, komplikasi parah, bahkan kematian.

Mengutip dari AP News, vaksinasi di daerah yang rentan akan menjadi kunci untuk mencapai kekebalan dari virus Covid-19. Tujuannya adalah untuk membangun imun bagi orang-orang dan juga untuk menghentikan penyebaran yang tidak terkendali.

“Penting bagi saya untuk melindungi diri saya sendiri dan kesehatan serta kesejahteraan orang lain,” kata Cidney Oliver, 39, yang mendapat dosis pertama vaksin Moderna 7 April di penampungan YWCA Seattle.

Wanona Thibodeaux-Lee telah tinggal di beberapa tempat penampungan Seattle, terakhir di WHEEL, sebuah penampungan perempuan dengan 26 tempat tidur di ruang bawah tanah gereja.

Wanona menerima vaksin Johnson & Johnson dosis tunggal, pada 5 April lalu. “Saya merasa seperti saya bisa bergerak tanpa ada yang membuat saya sakit. Senang mengetahui bahwa saya tidak harus kembali untuk menerima yang kedua,” kata perempuan 34 tahun ini.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.