Video Paduan Suara di Istiqlal, Wagub DKI Minta Maaf

Paduan suara yang melantunkan Asmahul Husna dan lagu Lebaran yang diprotes karena mengambil tempat di Masjid Istiqlal. (Foto: Tangkapan layar)

[ad_1]

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza akhirnya meminta maaf atas munculnya video paduan suara yang melantunkan Asmaul Husna dan lagu Lebaran karya Ismail Marzuki di Masjid Istiqlal. Ahmad Riza atas nama Pemprov DKI pun kemudian meminta maaf pada warga yang merasa tidak nyaman atas keberadaan video lagu Lebaran dan Asmaul Husna di luar dan di dalam Masjid Istiqlal.

“Pada kesempatan ini, izinkan kami atas nama Pemprov DKI memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga khususnya umat Islam yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan video tersebut. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami, agar lebih berhati-hati. Terima kasih atas saran dan masukannya kepada kami selama ini,” ucapnya.

Kata Riza, video tersebut adalah karya Jakarta Youth Choir (JYC), kelompok paduan suara yang punya banyak prestasi di dalam dan luar negeri. Paduan suara ini juga menjadi paduan suara binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta.

“Kegiatan ini adalah kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan kelompok paduan suara JYC. Dengan usul kegiatan dan lokasi syuting berasal dari adik-adik kita dari JYC,” kata Riza dalam rekaman video yang diunggah di kanal Youtube dirinya, di Jakarta, Selasa.

Awalnya ini diunggah di akun resmi Pemprov DKI Jakarta yakni @dkijakarta dan diunggah ulang oleh tim Riza di akun Instagramnya @ArizaPatria. Namun umurnya tak bertahan lama setelah mengundang protes dari warganet. Protes itu salah satunya datang dari Habib Abubakar Assegaf.

Habib Abubakar Assegaf merasa terganggu dengan munculnya video tersebut.

Dia tampak gusar dengan beredarnya video itu dan mempertanyakan izin dari kelompok paduan suara itu.

“Dapat kabar bahwa: pimpinan paduan suara di Masjid Istiqlal dalam video ini adalah Septo Adi Kristianto, non muslim, choir director Gereja Bethel Indonesia. Siapa yang ijinkan mereka? Kenapa pengurus Masjid Istiqlal biarkan?” tulis Abubakar Assegaf di akun Twitter-nya, Senin 17 Mei 2021 kemarin.

Dia menilai beredar video itu meresahkan umat Islam sehingga meminta penjelasan Gubernur DKI Anies Baswedan, Wagub DKI Ahmad Riza Patria dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Menag @YaqutCQoumas @DPR_RI Gubernur DKI @aniesbaswedan Wagub DKI @ArizaPatria , mohon penjelasan, karena ini meresahkan kami umat Islam Indonesia, apa lagi Masjid Istiqlal, masjid kebanggaan kami, mohon responnya demi merawat keutuhan kehidupan antar umat beragama,” katanya.

Dia juga menilai, apakah hal itu terkait dengan pembangunan terowongan penghubung antara Masjid Istiglal dan Gereja Katedral.

“Wallahu a’lam, apa ini ada hubungannya dengan terowongan yang dibuat antara Gereja Katedral dengan Masjid Istiqlal?” tuturnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.