Video Setir Ambulans Viral, Camat Sawahan Surabaya Siaga 24 Jam

Camat Sawahan, Muhammad Yunus yang viral karena setir ambulans. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Camat Sawahan Muhammad Yunus menjadi buah bibir netizen Surabaya dalam dua hari terakhir. Ia viral di media sosial karena menjadi supir dan mengendarai ambulance (ambulans) mengantarkan warga Kecamatan Sawahan ke rumah sakit. Menggunakan APD lengkap, Yunus langsung tancap gas tanpa pikir panjang.

Ternyata, bukan kali ini saja Yunus jadi viral. Ia sebelumnya juga viral karena menjadi ikon lawan Covid-19 bernama New Man, dengan kostum ala superhero. Sejak 1 Januari 2021, Yunus aktif berkeliling di berbagai objek wisata di Surabaya. Tujuannya satu, untuk mengingatkan warga pentingnya protokol kesehatan.

Saat itu, Yunus memaparkan bahwa menjadi ikon lawan Covid-19 adalah ide mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Yunus ketika menjadi maskot New Man. (Foto: Pemkot Surabaya)
Yunus ketika menjadi maskot New Man. (Foto: Pemkot Surabaya)

Camat berkepala plontos ini blak-blakan kepada Ngopibareng.id, perihal video viral dirinya menjadi sopir ambulans dadakan itu. Ia mengatakan, sebenarnya tak ada niat agar viral dan menjadi buah bibir. Kebetulan saja ada yang merekam ketika Ia bertugas melayani warga.

Kronologinya, cerita Yunus, usai salat Jumat, 16 Juli lalu, dirinya mendapat telepon dari warga bahwa ada keluarga warga itu yang butuh pertolongan medis dan harus ke rumah sakit. Lalu ia menyampaikan bahwa saat itu kondisi rumah sakit penuh semua. Akhirnya, Yunus meminta warga untuk menunggu akan ada ambulans yang menjemput.

Di puskesmas, lanjut Yunus, dirinya langsung mencari dokter, perawat plus sopir ambulans agar bisa langsung menjemput warganya. Ndilalah, lanjut Yunus, dokter dan perawat sudah siap, sopirnya yang tidak ada. Sopir ambulans sedang drop kondisinya dan butuh istirahat.

“Saya dapat info dari kepala puskesmas kalau sopir harus istirahat. Oke, saya langsung cari teman-teman linmas yang berjaga di lapangan. Lha kok nggak ada yang bisa nyetir mobil. Ya sudah karena ini kejar-kejaran waktu, Bismillah saja saya sengklak sendiri,” kata Yunus.

Jadi Sopir Dadakan

Setelah berhasil menuju warga, Yunus dan petugas puskesmas langsung memberikan penanganan cepat. Ternyata warga tersebut saturasi oksigen berada di angka 30-an. Mereka lansgung memberikan oksigen dan saturasi berangsur naik ke 43-an. Setelah itu, ia mendapat kabar bahwa Rumah Sakit Universitas Airlangga bisa melakukan perawatan. Asalkan mau bersabar menunggu di IGD.

Tanpa pikir panjang, karena ada kesempata di RSUA, Yunus langsung membawa warga yang sakit beserta keluarga pendamping dengan menggunakan ambulans. Lagi-lagi dia nyetir. Dengan keberanian dan doa selama di jalan, Yunus berhasil mengantar pasien dengan selamat ke RSUA.

Lha wong saya bisa nyetir kan. Tanpa pikir panjang dan karena bisa nyetir, saya gas saja. Ini kan kita semua kejar-kejaran waktu. Nggak mungkin saya telepon sana-sini, suruh orang sana-sini untuk datang ke puskesmas dan nyetir ambulans. Malah telat nggak karuan, kasian pasiennya. Malah lama tertolong nanti,” katanya.

Kesulitan Menyalakan Sirine Ambulans

Yunus mengaku tak terlalu kesulitan ketika nyetir ambulans di jalan dengan kecepatan di atas rata-rata dan harus menerobos lampu merah. Menurutnya, ia sudah memiliki pengalaman mengendarai Colt Diesel dan truk, jadi bukan masalah baginya untuk nyetir ambulans. Hanya beda besar kecil kendaraan dan haluan setir saja. Terlepas dari tak kesulitan menyetir, Yunus mengaku malah kesulitan masalah sirine ambulan.

“Kalau kesulitan ya nggak ada. Di jalan, warga Surabaya sudah baik. Ada ambulans pada minggir. Saya juga minta salah satu tim jadi navigator. Kesulitan awal hanya masalah nyalakan sirine. Saya bingung caranya, kan nggak pernah punya ambulans. Yang lucu itu, ketika di Jalan Arjuno itu selesai mengantar, sebelum turun mobil saya matikan semua. Termasuk sirine. Lha kok ternyata suaranya mati lampunya masih kelap-kelip. Masih nyala lampunya. Saya bingung cari cara matikan nggak ketemu, ternyata tombolnya beda,” kenang Yunus.

Dari RSUA Diminta Pasien Lain ke RKZ

Di luar skenario dan rencana ia mengantar warga ke RSUA, ternyata ia juga sempat mengantar pasien dari RSUA ke Rumah Sakit RKZ. Berbeda pasien dan tak ada info apapun. Ia mengaku, ketika di RSUA selesai mengantar warga, ada salah satu pasien warga Surabaya dan keluarga yang butuh dirujuk ke RKZ.

Mungkin warga itu tidak tahu jika Yunus adalah Camat Sawahan Surabaya. Warga itu langsung meminta bantuan Yunus yang sedang membawa ambulans, untuk diantarkan ke RKZ. Tak kepikiran menolak, Yunus langsung mengiyakan dan mengantar pasien itu ke RKZ. Apalagi menurutnya, jalurnya searah. Ia mau balik ke Arjuno, warga dari RSUA itu mau ke RKZ di Jalan Diponegoro.

“Karena sejalur dan nggak jauh, saya langsung gas saja. Daripada pulang nggak bawa penumpang kan? Jadi saya bawa saja ke RKZ. Ini diluar rencana, tapi ya tidak masalah,” katanya.

Ternyata warga yang meminta tolong Yunus ke RKZ itu adalah momen yang membuat Yunus terenyuh. Seusai mengantar ke RKZ, keluarga pasien itu berterima kasih kepada Yunus dengan menitikan air mata.

“Saya juga mbrebes mili. Mereka bilang terima kasih semoga apa yang saya lakukan mendapat berkah dan amal baik dari Allah. Bikin saya terenyuh,” katanya.

Siap Melayani Warga 24 Jam

Terlepas dari video Yunus yang viral, ia mengaku sebagai camat, tugasnya adalah melayani warga. Apapun kondisinya, kapan pun waktunya. Jika ada warga yang membutuhkan, Yunus akan langsung gerak cepat. Termasuk bakal nyetir ambulans lagi.

Yunus mengaku, hampir 24 jam ia stand by di kecamatan, kelurahan, dan 4 puskesmas di bawah adminsitrasi Kecamatan Sawahan. Selain itu, Yunus mengatakan bahwa dirinya sudah pamit ke keluarga untuk mengurus warga di masa pandemi Covid-19. Jadi tak pulang ke rumah adalah makanan sehari-harinya.

“Selama 24 jam saya siap untuk warga kalau ada kondisi darurat. Jangankan ambulan, mobil jenzanah pun saya siap menyetir. Nyetir apa pun ayo. Yang penting jangan minta saya nyetir helikopter, itu saya tidak bisa. Ini ikhtiar saya ke warga saya. Saya hanya berusaha melayani warga. Nggak pulang ke rumah sudah biasa. Saya sudah pamit ke keluarga. Minta doa restu ke mereka, semoga lelah ini jadi lillah jadi berkah untuk semua. Saya hanya minta didoakan lancar, diberi keselamatan, dan kesehatan oleh keluarga,” katanya.

Semoga Pak Camat sehat selalu!



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.