Viral, Kafe di Malang Naikkan Harga Khusus Aparat dan Pejabat

Atitud Coffee Bar Malang, menaikkan harga 3 kali lipat bagi aparat dan pejabat (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Ada yang unik dengan kafe yang satu ini. Namanya Atitud Coffee. Lokasinya berada di Ruko Sunan Kalijaga, Jalan Sunan Kalijaga, Kota Malang, Jawa Timur. Di kafe ini menyediakan harga spesial untuk para aparat dan pejabat, yaitu dinaikkan tiga kali lipat dari harga normal. Aparat dan pejabat yang dimaksud antara lain TNI/Pori/Satpol PP/ASN.

Saat ditanya alasannya, kenaikan harga ini merupakan sebuah bentuk protes akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Atitud Coffee sendiri baru saja dibuka pada 28 Juni 2021. Tak berselang lama setelah buka, PPKM darurat berlangsung.

Tak Mungkin Adakan Promo

Cahya Sinda, pemilik kafe mengaku tidak memungkinkan mengadakan promo bagi pelanggan. Pasalnya, hal tersebut akan berdampak pada pemasukan. Selain itu, tidak terdapat anggaran yang cukup untuk memberi diskon.

Cahya lantas memutar otak. Akhirnya dia tercetus ide untuk memberi promo berupa kenaikan harga khusus aparat dan pejabat pemerintah.

 Ekonomi Aparat dan Pejabat tak Terdampak

Ide kenaikan harga ini dipertimbangkan Cahya setelah melihat ekonomi anggota keluarganya yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Cahya, penghasilan mereka tidak terdampak PPKM. Gaji para ASN tetap utuh. Hal ini berbanding terbalik dengan pendapatan pelaku usaha atau wiraswasta yang lain. Salah satunya seperti Cahya.

 

PPKM Hanyalah Diksi

Bagi Cahya adanya PPKM Darurat adalah perwujudan ketidakadilan. Sebab pemilik kafe atau restoran diminta tutup pukul 20.00 WIB. Selain itu pelayanan hanya dilakukan take away atau dibawa pulang.

Selain itu, Cahya menyebut penerapan saat ini hanyalah sebuah diksi. Seperti halnya Lockdown, PSBB dan akhirnya menjadi PPKM Darurat. Cahya pun mengeluhkan sepinya pengunjung serta adanya penggerebekan.

Modal yang dikeluarkan Cahya menjadi berantakan. Maklum, masih banyak pelanggan yang belum mengenal kedai kopi barunya itu. Saat ini sendiri penghasilan kafe maksimal per harinya Rp 100 ribu, padahal sebelumnya bisa Rp 500 ribu. Di sisi lain, Cahya masih diwajibkan membayar sewa ruko dan gaji karyawan.  

Viral di Media Sosial

Kabar ide unik Cahya viral di media sosial. Slaah satunya setelah diunggah ulang akun Instagram @omg.indonesia.id. Sejak diunggah ada 9.629 likes dan 303 komentar.

“Nah mantap, lima kali lipat juga gak papa,” tulis akun @tosa2105.

“Sumpah ini keren sih, ayo semua tiru dan menerapkan kayak ini,” sahut @mimowner19.

“Sangat mendukung, kalau bisa seluruh kafe di Indonesia juga gitu,” celetuk warganet lainnya.

Terakhir, warganet bernama @kendrassen tidak setuju dengan kenaikan harga itu. “Kita nggak bisa menyalahkan aparat, mereka terkadang harus tunduk ke atasannya. Kalau tidak patuh pekerjaan mereka hilang. Lagi pula tinggal ganti baju saja tidak ketahuan ASN atau bukannya,” tulisnya.(Tim)



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.