Viral Kanker Esofogus, Ini Gejala dan Upaya Penanganannya

Ilustrasi pasien. (Foto: Unsplash)

[ad_1]

Foto penderita kanker esofogus atau kerongkongan, viral di media sosial. Salah satunya setelah diunggah ulang akun Instagram @makasarr_iinfo. Dalam akun yang sama terdapat pula unggahan foto pasien ketika masih bertubuh gemuk mengenakan kemeja dan celana hitam.

Foto itu disandingkan dengan kondisi pasien saat ini, yang lemah tak berdaya. Berikut sejumlah gejala awal yang dialami pasien kanker esofogus.

Selalu Muntah

Dalam unggahan tersebut, salah satunya dikisahkan gejala awal yang dialami pasien. Seprti mengalami sakit di lambung. Namun semakin lama dia tidak bisa makan dan minum. Makanan dan minuman yang masuk selalu dimuntahkannya. Fajar dirawat kedua orang tuanya sudah sejak 9 bulan ini.

Meski pengobatan sudah terbantu dengan adanya BPJS, ada obat tambahan yang tidak ditanggung BPJS dan harus dibeli secara mandiri.

Apa itu Kanker Esofagus?

Kanker esofagus adalah pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan (esofagus). Esofagus merupakan saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung. Biasanya dialami pria di atas usia 40 tahun.

Gejala yang ditimbulkan antara lain nyeri di ulu hati, tenggorokan dan belakang tulang dada, batuk kronis terus menerus, sulit menelan, penurunan berat badan secara drastis, batuk atau muntah darah, buang air besar berupa darah atau feses warna gelap.

Penyebab Kanker Esofagus

Penyebab kanker esofagus belum dapat dipastikan. Namun, ada beberapa kondisi yang memicu timbulnya kanker ini. Seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Racun dan senyawa yang terkandung dalam alkohol dan rokok menimbulkan iritasi dan peradangan pada lapisan esofagus. Penyebab lainnya adalah kelainan esofagus, obesitas, dan pola makan kurang teratur.  

Lakukan Pemeriksaan ke Dokter

Saat merasakan gejala kanker esofagus segera periksakan ke dokter. Pada tahap awal dokter akan mendiagnosis dengan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien.

Setelah itu nantinya akan dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang. Antara lain endoskopi dengan mengetahui keberadaan kanker di saluran esofagus, foto rontgen, dan biopsi dengan mengambil sampel di jaringan kerongkongan.

Bagi penderita sendiri disarankan rutin melakukan pemeriksaan. Baik saat menderita kanker hingga benar-benar sembuh. Hal ini untuk memastikan sel kanker tidak tumbuh kembali.

Pengobatan Kanker Esofagus

Ada berbagai pilihan yang bisa dijajal untuk mengobati kanker esofagus. Seperti operasi, yaitu untuk mengangkat jaringan esofagus yang terkena kanker, kemoterapi yaitu memberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker, radioterapi, membunuh sel kanker dengan sinar khusus), dan Imunoterapi, meningkatkan sel imun untuk memberantas sel kanker. (Ind/Alo)



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.