VOB, Band Tiga Cewek Berhijab Asal Garut yang Mendunia

  • Bagikan
VOB, Voice Of Baceprot,  atau “Suara Berisik,” band tiga cewek berhijab asal Garut yang mendunia. Dari kiri ke kanan, gitaris dan vokalis Firda Marsya Kurnia, drummer Euis Siti Aisah dan bassis Widi Rahmawati, berfoto setelah sesi latihan di Jakarta pada 8 April 2021. (Foto: AFP)


Voice Of Baceprot (VOB), band tiga cewek asal Garut, Jawa Barat, kini mendunia. Band ini beranggotakan tiga perempuan muda, Firdda Marsya Kurnia (vokal dan gitar), Widi Rahmawati (bas), dan Euis Siti Aisyah (drum). Baceprot. Bahasa Sunda, artinya berisik. Suara Berisik, begitulah kira-kira arti nama band ini.

Istimewanya, ketiga personil band ini semuanya berhijab. Seru. Karena memang ketiganya alumni sekolah yang sama, yaitu di Madrasah Tsanawiyah di Desa Singajaya, Garut, Jabar. Di sekolah inilah ketiganya pertema bertemu, berteman, dan berkesenian bersama, atas bimbingan guru seni, Erza Satia. Pak guru pembimbing yang biasa mereka panggil Abah ini dengan tekun dan sabar melatih murid-muridnya berteater dan bermusik.

Bertahun-tahun kemudian, setelah lulus dari madrasah setingkat SMP Singajaya, mereka terus berlatih, sambil meneruskan sekolah ke tingkat selanjutnya. Tadinya bermusik tentu mendapat tentangan dari orang tua. Maklum orang desa. Orang tua berharap selepas SMA mereka segera menikah.

Tapi ketiganya menolak. Mereka sudah telanjur memilih jalan untuk bermusik. Dan musik yang mereka senangi justru bergenre metal.

“Karena musik metal, saya memiliki keberanian untuk mengungkapkan pikiran saya dan kepercayaan diri untuk tampil berbeda,” kata Widi Rahmawati, bassis berusia 19 tahun. “Saat saya di atas panggung, saya bisa mengekspresikan diri tanpa mengkhawatirkan norma yang diharapkan orang dari saya”.

Tekad keras kepala ketiganya akhirnya meluluhkan hati orang tua mereka yang semula melarang, kemudian meragukan, dan akhirnya menerima. Setahun lalu, ketiga malah hijrah ke Jakarta untuk meneruskan cita-cita mereka. Satu hal yang mereka tak tinggalkan sejak di stanawiyah, yaitu tetap berhijab. Hijab sudah jadi bagian dari hidup ketiganya sejak lama, tak akan mereka tanggalkan meskipun ketika beraksi di atas panggung.

“Musik adalah tempat bagi kita untuk mendapatkan kebahagiaan dan berbagi dengan orang lain,” kata Firdda Marsya Kurnia. “Kami hanya bersyukur jika penonton mendapatkan sesuatu, seperti pesan, dari musik kami,” tambahnya. “Kami tidak menyangka perhatian masyarakat bagus seperti itu. Rasanya seperti mimpi,” kata Kurnia.


Personil VOB (Suara Berisik) dari kiri ke kanan; Widi Rahmawati, Euis Siti Aisah dan Firda Marsya Kurnia, di Jakarta. (Foto: AFP)

‘Suara Berisik” sudah mengglobal. Salah satunya berkah dari pandemi, yang memaksa semua kegiatan dilakukan secara daring. Melalui online itu, band ini telah memainkan beberapa konser sejak pandemi, termasuk WOW UK Festival di Inggris dan Global Just Recovery Gathering.

Kini, mereka berharap lagu-lagu hard-drive mereka akan mendapatkan tempat di festival musik papan atas AS Coachella sehingga kesempatan untuk berkolaborasi dengan idola System of a Down.

Meskipun melejit, tetapi VOB akan terus menimba inspirasi dari para perempuan di kampung halaman mereka, di mana banyak yang melakukan pekerjaan bertani. “Perempuan di desa selalu menginspirasi. Ada banyak perempuan tangguh di sana, ” kata drummer Euis Siti Aisah.

VOB, Suara Berisik, Tiga Perempuan Berhijab, akan terus menggali.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *