Wabup Pasuruan Minta PMII Perjuangan Hak Masyarakat Miskin

  • Bagikan
Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron menyampaikan harapan pada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). (Foto: Pasuruankab)


Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron menyampaikan harapan pada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam membantu pemerintah Kabupaten Pasuruan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui pemberian edukasi seputar penanganan pandemi.

Harapan itu disampaikan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PMII-XX, Selasa 23 Agustus 2021. Gus Mujib, sapaan akrabnya, berharap PMII harus dinamis menyesuaikan dengan kondisi apapun. “Apalagi dengan kondisi pandemik seperti saat ini. Saya minta PMII berperan memberikan edukasi vaksinasi dan prokes kepada masyarakat dalam menindaklanjuti penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan”, katanya di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah, Kecamatan Gempol pada Selasa, 23 Agustus 2021.

Selain itu, wakil bupati dan juga pengasuh Ponpes Terpadu Al Yasini tersebut juga berpesan agar PMII berperan di bidang pemerintahan. Mampu memberikan edukasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat perihal pelaksanaan Pilkades.

“Pada akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun 2022, ada pemilihan Pilkades. Saya harap, PMII ini hadir agar bisa mengedukasi masyarakat, supaya memberikan pemahaman bagaimana cara memilih pemimpin yang benar”, tuturnya.

Di sisi lain, Gus Mujib mengajak kepada seluruh kader PMII agar senantiasa meningkatkan kepekaan sosialnya terhadap lingkungan sekitar. Sehingga memiliki kepedulian serta rasa kemanusiaan yang tinggi kepada sesama yang membutuhkan bantuan.

“Saya harap, PMII harus bisa mempraktekkan Tri-motto PMII yaitu Dzikir, Fikir, Amal Sholeh. Juga bisa terjun ke masyarakat untuk memberikan bantuan kepada orang di sekitar. Sekali lagi, PMII ini tidak untuk terjun ke politik praktis, tetapi politik untuk memperjuangkan masyarakat miskin mendapatkan haknya”, pesan Gus Mujib.

Di akhir arahannya, Gus Mujib menitipkan pesan kepada seluruh kader organisasi mahasiswa Islam yang tergabung dalam PMII agar selalu bersikap kritis namun jangan elitis, ekstremis, apalagi radikalis. Sebaliknya, PMII harus populis. Tentunya dengan harus dirawat edukasi dan ilmu pengetahuan. (Pas)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *