Wakaf ACR: Fulbright Dari Timur

  • Bagikan
10 September 2021


Ashraf Ghani, presiden  Afghanistan sejak 2014 sampai saat ini. Giuliano Amato, perdana menteri Italia 1992-1993 dan 2000-2001. Lamberto Dini, perdana meteri Italia 1995-1996. Abdul Ghani Abdul Aziz, perdana menteri Yaman 1994-1997. Moeenuddin Ahmad Qureshi, perdana menteri Pakistan 1993. Hyun Seung-Jong, perdana menteri  Republik Korea 1992-1993. Wallace E. Rowling, perdana menteri New Zealand 1974-1975. Itulah beberapa dari 39 kepala negara berbagai belahan dunia yang merupakan alumni penerima beasiswa Fulbright.

Muhammad Yunus, Bangladesh, penerima hadiah nobel perdamaian 2006. Osamu Shimomura, Jepang, penerima hadiah Nobel bidang kimia tahun 2008. Aaron Ciechanover, warga negara Israel, penerima hadiah Nobel bidang kimia, 2004. Joseph Stiglitz, warag USA, pemenang hadiah nobel Ekonomi 2001. Itulah sebagian kecil dari 60 orang alumni Fulbright yang pernah menerima hadiah nobel. Hadiah paling bergengsi hingga saat ini.

Greg Grandin, professor and penulis, penerima hadiah  Pulitzer Prize untuk  kategori nonfiksi umum tahun 2020. David Hackett Fischer, sejarawan, penerima  hadiah Pulitzer pada bidang sejarah tahun 2005. Daniel Grech,  jurnalis, penerima  hadiah Pulitzer Prize bidang jurnalisme untuk Breaking News Reporting tahun 2001. Charles Wright, penyair, penerima  hadiah Pulitzer di bidang puisi tahun 1988. Itulah beberapa dari 94 alumni Fulbright yang telah menerima hadiah bergengsi tersebut.

Anies Baswedan, salah satu tokoh alumni penerima beasiswa Fulbright

Tiga paragraf diatas menggambarkan betapa powerfulnya beasiswa Fulbright. Mencetak para pemimpin dunia. Mencetak para ilmuwan dunia. Mecetak para penulis dunia. Siapa yang tidak tahu tiga penghargaan dunia di atas. Itulah impact dari progam beasiswa  yang diberikan kepada para mahasiswa  berbagai bangsa untuk menempuh pendidikan di berbagai pergruuan tinggi terbaik berbagai bangsa itu.

Adalah J William Fulbright. Tahun 1945 senator USA itu mengajukan rancangan undang undang untuk menggunakan dana hasil penjualan surplus properti perang milik pemerintah negerinya untuk mendanai pertukaran pelajar internasional. Tanggal 1 Agustus 1946 presiden Harry S Truman menandatanganinya menjadi Undang Undang. Sebuah peristiwa yang menghasilkan sebuah program pertukaran pelajar terbesar di dunia. Program beasiswa terbesar di dunia.

Perkembangan dana abadi ACR yang menggembirakan

Tanggal 7 Pebruari 1977, para alumni beasiswa Fulbright asal USA membentuk sebuah organisasi non pemerintah. Namanya Fulbright association. Kini ada sekitar 140 ribu alumini Fulbright asal USA. Ada 16 orang diantara mereka yang telah menerima presidential medal of freedom dari kepala negara USA. Sebuah penghargaan bergengsi di USA. Masih ada alumni dari 164 negara lain yang catatan prestasinya adalah seperti yang tertulis di atas.

Selengkapnya klik https://korporatisasi.com/2021/02/28/wakaf-acr-fulbright-dari-timur/

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *