Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo Meninggal Setelah 33 Hari Dirawat

  • Bagikan
Ambulans yang mengangkut jenazah Prof. Dr. Hendrian Dwikoloso Soebagjo, dr., SpM(K), FICS Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Dr. Soetomo. (Foto: Tangkapan layar zoom)


Prof. Dr. Hendrian Dwikoloso Soebagjo, dr., SpM(K), FICS, Wakil Direktur Penunjang Medik RSUD Dr. Soetomo meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo, pada Selasa 3 Agustus 2021 pukul 08.10 WIB.

Prof Hendrian meninggal dunia setelah dirawat selama 33 hari di Intensive Care Unit (ICU).

“Kita sudah sangat maksimal. Mulai dari terapi plasma konvalesen, Actemra, ventilator, ECMO, CRRT, dan plasma exchange semua sudah kita kerjakan tapi harus kita relakan beliau meninggalkan kita semua,” ujar dr. Pesta Parulian Kepala Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Penghormatan terakhir untuk Prof. Hendrian akan diadakan di RSUD dr Soetomo dan halaman Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Momen pelepasan jenazah juga disiarkan secara live di Zoom Meeting pukul 11.00 WIB.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi istri Prof Hendrian. (Foto: Istimewa)

Terpantau secara virtual, penghormatan terakhir Prof Hendrian dimulai pukul 11.45 WIB. Sepanjang perjalanan dari ruang jenazah menuju gedung A RSUD Dr. Soetomo, semua rekan dan karyawan rumah sakit memberikan penghormatan.

Tiba di gedung A RSUD Dr. Soetomo, jenazah Prof Hendrian disambut keluarga dan ratusan karyawan RSUD Dr Soetomo. Rasa haru begitu terasa, baik mereka yang menyaksikan secara langsung dan via zoom. Lagu Gugur Bunga yang menjadi backsound selama zoom berlangsung semakin menyayat hati.

Ambulans mengantarkan jenazah Prof Hendrian ke TPU Keputih Surabaya khusus pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)
Ambulans mengantarkan jenazah Prof Hendrian ke TPU Keputih Surabaya khusus pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)

Upacara penghormatan terakhir ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah menyatakan duka medalam atas kepergian Prof Hendrian.

“Kami dan segenap jajaran pemerintahan provinsi berduka cita atas kepergian dokter spesialis mata konsultan Prof Hendrian Dwilakoso Soebagjo. Kami mohon semuanya memberikan doa untuk beliau,” ucap mantan Menteri Sosial itu.

Setelah menyampaikan beberapa kata sambutan, Khofifah pun memimpin doa dan melepas jenazah Prof Hendrian dengan lantunan tahlil. Selanjutnya, jenazah Prof Hendrian dibawa ke FK Unair untuk dilakukan doa dan salat jenazah oleh keluarga Prof Hendrian serta keluarga besar FK Unair.

Usai salat jenazah, ambulans yang sudah disiapkan langsung mengantarkan ke TPU Keputih Surabaya khusus pasien Covid-19.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *