Winus Menjadi Roda Pengerak Pemulihan Pariwisata Indonesia 2022

[ad_1]

Winus Menjadi Roda Pengerak Pemulihan Pariwisata Indonesia 2022

SuaraKupang.com – Sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang sangat terimbas saat pandemi pada tahun 2020, walaupun pandemi masih ada di indonesia tetapi pada tahun 2021 sudah ada peningkatan. Menurut Badan Pusat Statistik mencatat data pergerakan Wisatwan Nusantara (Winus) mengalami peningkatan sebesar 12% bila dibandingkan dengan tahun 2020.

“Di tengah pandemi ini, terdapat secercah harapan yaitu tingginya antusiasme wisatawan nusantara yang menjadi roda penggerak geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam Diskusi virtual Urban Forum – Forum Wartawan Daerah (FORWADA), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas”, Kamis,(20/1/2022).

Sandiaga Uno menjelaskan untuk wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2021 kunjungan Wisman hanya mencapai 1.58 juta orang atau turun 60,98 % dibanding tahun 2020. Itu berarti terjadi peningkatan devisa pariwisata sebesar 4% dibandingkan tahun 2020 yakni 0,32 Miliar USD menjadi 0,36 Miliar USD dan kontribusi PDB Pariwisata diperkirakan meningkat 37,4% dari persentase pada tahun 2020 sehingga mencapai angka 4.2% pada tahun 2021 lalu.

Untuk tahun 2022 Sandiaga mengatakan pergerakan Winus ini akan menjadi andalan dalam pemulihan sektor pariwisata nasional tahun 2022 dengan target 260 juta – 280 juta pergerakan. Diperkirakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Nasional 2022 akan mencapai 4,3%. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian tahun 2021 yaitu sebesar 4,2%. Untuk Wisman menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,8 juta – 3,6 juta dengan nilai devisa pariwisata mencapai USD 470 juta – USD 1,7 Miliar.

Maulana Yusron, Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan untuk mencapai target tersebut pemerintah harus fokus pada industry MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Menurutnya, segmen pasar Winus dari presprektif hotel dan restoran MICE lebih tinggi dibanding leasure.

“Dari sisi segmen pasar Winus dari presprektif hotel dan restoran, pasar segmen MICE memberikan kontribusi 70%, sementara leasure, dan minat khusus dan lainnya hanya 30%,” ujar Yusron.

Memasuki era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0 juga membutuhkan pengembangan jaringan telekomunikasi dalam menunjang Indsutri pariwisata dan ini justru menjadi penting.

“Adanya jaringan telekomunikasi di satu lokasi, membuat aktifitas priwisata bisa hadir di lokasi itu. misalnya dengan adanya jaringan, seseorang bisa mengambil foto untuk Instagram di lokasi,” ungkap Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo

ia juga mengungkapkan saat ini Bakti Kominfo telah membangun Base Transceiver Station (BTS) di destinasi wisata prioritas antara lain di Labuan Bajo. Hingga saat ini terdapat 36 BTS eksisting, sementara 24 lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

Photo Credit : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam Diskusi virtual Urban Forum - Forum Wartawan Daerah (FORWADA), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas”, Kamis,(20/1)/Doc/Ist.
Atti K.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.