Xavi Tahu Bagaimana Merekonstruksi Barcelona

Pelatih Barcelona Xavi Hernandez. (Foto: Twitter/@FCBarcelona)

[ad_1]

Xavi Hernandez didatangkan Barcelona untuk membangkitkan kembali tim raksasa Catalan yang sedang terpuruk. Sang presiden Joan Laporta menginginkan Xavi membawa klub yang ia pimpin untuk kembali meraih kejayaan di Spanyol dan Eropa.

Mantan kapten Barcelona itu tahu formula seperti apa yang dia butuhkan untuk merekonstruksi Barcelona. Sebab upaya itu pernah ditempuh Barcelona saat Xavi masih menjadi pemain muda di Camp Nou.

Barcelona memang berada di titik terendah sejak 17 tahun silam. Mereka baru saja tersingkir dari babak penyisihan grup Liga Champions dan harus turun kasta ke Liga Europa. Terakhir kali Barcelona bermain di Liga Europa, kompetisi itu masih bernama Piala UEFA.

Itu adalah pertandingan melawan Glasgow Celtic pada 25 Maret 2004, musim di mana bisa mengingatkan para penggemar Barcelona bagaimana krisis keuangan yang terjadi seperti saat ini.

Kala itu, tim sedang dalam proses membangun kembali kejayaan mereka dengan Joan Laporta sebagai presiden klub. Di saat yang sama, Laporta harus terpaksa menolak kemungkinan merekrut Cristiano Ronaldo muda.

Sang presiden kemudian memilih untuk mendatangkan Ronaldinho dari Paris Saint Germain. Pilihan itu terbukti tepat, karena gelandang serang Brasil itu menjadi pemain kunci Barcelona dalam upaya Barcelona mendominasi Spanyol dan Eropa.

Itulah tipe pemain yang dicari Barcelona saat ini. Mereka mungkin sudah memiliki Ousmane Dembele yang memiliki kemiripan gaya main dan kecepatannya. Namun faktanya sampai saat ini Dembele belum mampu menerima beban besar di pundaknya.

Kembali pada tahun 2004, Barcelona menandatangani Edgar Davids dengan status pinjaman dari Juventus. Gelandang Belanda itu juga terbukti mampu menjadi salah satu pemain klub paling sukses di jendela transfer musim dingin. Davids saat itu mampu membantu Barcelona untuk bangkit setelah awal yang lambat untuk kampanye.

Barcelona memang tidak memenangkan apa pun di musim itu, tetapi fondasi kuat diletakkan untuk Barcelona, yang akan memenangkan total empat trofi Liga Champions di bawah Frank Rijkaard, kemudian diteruskan Pep Guardiola.

Seperti dilaporkan media-media di Spanyol, Xavi tertarik untuk mendatangkan Mohamed Salah dari Liverpool. Namun, mengingat banderol penyerang Mesir itu sangat tinggi, tampaknya sulit bagi Barcelona untuk mendapatkan sang pemain dengan harga yang sesuai dengan kantong mereka saat ini. Selain itu, ada Ferran Torres (Manchester City) dan Cesar Azpilicueta dari Chelsea.

Akankah Xavi menggunakan pendekatan yang sama untuk membangunkan raksasa Catalan yang kini tertidur?



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.