Yang Inginkan BNPT Bubar adalah Teroris dan Sekutunya

  • Bagikan
Acara serah terima jabatan dari Kepala BNPT dari Komjen Pol. Suhardi Alius, MH, kepada Irjen Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, MH di salah satu Gedung Kementerian, Jakarta, Jumat 8 Mei 2020. (Foto: Istimewa))


Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menanggapi desakan dari kelompok yang mengklaim sebagai mantan napi terorisme seluruh Indonesia yang menginginkan pembubaran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Menurut Boy, desakan itu dianggap datang dari para teroris dan sekutunya yang memang menginginkan agar BNPT bubar.

“Teroris dan sekutunya memang inginnya BNPT bubar. Negara tidak boleh kalah dengan teroris,” ujar Boy seperti dikutip dari detik.com.

Boy kemudian menjelaskan soal anggaran tambahan yang diusulkan BNPT belum dikabulkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Bahkan anggaran BNPT yang sudah ada mengalami pemotongan untuk mendukung penanggulangan COVID-19.

“Anggaran tambahan yang diusulkan belum bisa dikabulkan oleh Kementerian Keuangan, karena justru yang pemotongan anggaran (refocusing) untuk mendukung penanggulangan COVID-19,” kata Boy.

“Tahun 2021 saja anggaran yang ada sudah dilakukan pemotongan sejumlah 3 kali. Info di atas umumnya misinformasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Boy menyampaikan program deradikalisasi terus berjalan. Ia menyebut sudah lebih dari 800 eks napi teroris yang sudah menjalani program deradikalisasi BNPT.

“Berbagai program dengan pendekatan kesejahteraan kepada eks napiter sudah dilaksanakan. Sudah lebih 800 eks napiter yang mengikuti program deradikalisasi,” kata Boy.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *