Yuk Ikut Webinar Masjid Berkah dengan Keuangan Transparan

  • Bagikan
Ilustrasi masjid. (Foto: Istimewa)


Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih saat pandemi, segala sektor wajib mengelola keuangan dan manajemen secara baik dan transparan. Tak terkecuali sektor rumah ibadah seperti masjid.

Di tengah modernisasi dan derasnya arus informasi, masjid harus bertranformasi menjadi lembaga yang sehat secara manajemen dan keuangan. Agar, dana umat yang dikelola masjid bisa menghasilkan keuntungan berlipat ganda yang dampaknya kesejahteraan umat.

Untuk menuju hal itu, para pengelola atau manajemen masjid harus berani mengambil langkah-langkah baru dan taktik dalam sisi manajemen keuangan. Salah satunya belajar secara teori dan praktek mengenai akuntansi dan manajemen keuangan masjid yang lebih profesional dan transparan.

Hal itu lah yang mendorong KotakAmal Indonesia cabang Surabaya menggelar webinar dengan tema ‘Masjid Berkah dengan Keuangan Transparan’, yang akan digelar pada Minggu, 29 Agustus 2021 pukul 09.00 WIB. Webinar itu juga akan menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang pengelolaan dan pengembangan umat.

Narasumber tersebut adalah Drs Tri Juwono yang expert di bidang akuntansi. Ia juga merupakan Dosen fakultas Vokasi Universitas Airlangga serta Komite Etika Ikatan Akuntansi Indonesia. Sedangkan pemateri kedua yang juga sebagai Keynote Speaker adalah CEO Ngopibareng.id, Arif Afandi. Mantan Wakil Walikota Surabaya ini merupakan Ketua Dewan Masjid Indonesia Surabaya.

Dalam webinar tersebut, Arif Afandi akan lebih menjelaskan pentingnya transparansi pengelolaan dan manajemen akuntansi keuangan masjid. Sebab, masjid adalah lembaga yang harus bisa aktif, menarik, dan memberdayakan umat.

Webinar Masjid Berkah, dengan keuangan transparan.

Panitia pelaksana yang akan menjadi pembawa acara Wawan Kimiawan mengatakan, acara ini dibuat untuk pembaharuan manajemen dan akuntansi keuangan masjid, agar masjid bisa menjadi wadah yang lebih aktif dan produktif dengan dana umat. Apalagi menurut agama, dana umat adalah amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

“Salah satu cara pertanggungjawaban itu adalah dengan transparansi keuangan. Jadi bukan hanya tau uang keluar masuk. Namun akan lebih rigid untuk apa, dampak ke masjid apa, dan sebagainya. Kami ingin masjid terus bergerak menjadi lembaga positif dan turut mengaktifkan umat,” kata Wawan Kimiawan.

Setidaknya sudah ada 20 masjid yang sejauh ini daftar untuk ikut serta dalam webinar itu. Ia membuka diri bagi manajemen atau pengelola masjid lainnya jika tertarik bisa ikut serta, dengan mendaftar di nomor WhatsApp 08113081140.

Sehingga ke depannya, masjid bisa mandiri dan berdikari melalui dana umat masing-masing, yang dikelola secara transparan dan terburuk. Sesuai dengan kekhas an wilayah masing-masing.

“Jika ada yang ingin mengembangkan keuangan di bidang pendidikan juga bisa. Bidang ekonomi umat juga bisa, bidang makanan atau lainnya juga bisa. Jadi hal ini kami bentuk untuk membuat pengelola masjid bisa semakin melek terkait pengelolaan yang terbuka dan rinci,” tutur Wawan Kimiawan.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *